Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 September 2017 | 19:18 WIB

Jumlah Serangan Siber ke Perusahaan Meningkat

Oleh : - | Selasa, 12 September 2017 | 15:15 WIB
Jumlah Serangan Siber ke Perusahaan Meningkat
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Perusahaan keamanan internet AS Symantec mengungkapkan bahwa serangan siber kepada perusahaan di tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu.

Selama enam bulan pertama 2017, perusahaan menyumbang 42 persen dari total infeksi serangan ransomware, naik 30 persen dari tahun 2016 dan 29 persen pada tahun 2015. Peningkatan ini terutama diakibatkan oleh WannaCry dan Petya.

"Tahun lalu, persentase serangan ransomware 70 persen konsumen dan 30 persen perusahaan. Tahun ini perusahaan meningkat. Hal ini dikarenakan dulu konsumen tidak melengkapi diri dengan keamanan. Sekarang, perusahaan meningkat artinya ransomware kini semakin canggih," kata Matthias Yeo, Chief Technology Office Symantec untuk wilayah Asia.

"Perusahaan tak hanya bergantung pada keamanan tradisional agar memastikan malware tidak datang karena kini bisa saja menyerang cloud. Dan, trennya ransomware akan terus meningkat," imbuhnya.

Lebih lanjut, Laporan Internet Security Threat Report (ISTR) tahunan dari Symantec mengungkap fakta bahwa satu dari 156 email di Indonesia menyimpan serangan malware. Tak hanya itu, Indonesia bahkan menempati peringkat ke-14 dalam hal infeksi ransomware dari mesin khusus dan urutan ke-4 di wilayah Asia Pasifik.

Meski demikian, Yeo melihat perusahaan-perusahaan Indonesia, terutama yang berskala besar, telah sangat mempersiapkan diri mereka terhadap serangan siber.

ia menjelaskan bahwa potensi kerugian yang diakibatkan oleh serangan siber sangat besar, bisa jutaan bahkan miliaran dolar AS. Tidak hanya secara material, kerugian yang paling parah yang dapat dialami perusahaan akibat serangan siber adalah hilangnya kepercayaan pelanggan.

"Bayangkan jika Anda menggunakan sebuah aplikasi, lalu mengetahui bahwa terdapat celah keamanan dalam aplikasi tersebut, Anda pasti akan berhenti menggunakannya. Ini yang menjadi kerugian terbesar perusahaan," kata Yeo.

Laporan Symantec tersebut juga menyebutkan bahwa terdapat lebih dari 40.000 serangan ransomware terdeteksi setiap bulannya. [tar]

 
Embed Widget

x