Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 September 2017 | 19:19 WIB

67% Warga AS Peroleh Berita dari Media Sosial

Oleh : - | Sabtu, 9 September 2017 | 18:18 WIB
67% Warga AS Peroleh Berita dari Media Sosial
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington DC - Hampir dua pertiga, atau tepatnya 67 persen, dari warga AS saat ini ternyata menerima sebagian berita dari media sosial, demikian temuan jajak pendapat terbaru.

Mengutip VOA News, jajak pendapat Pew Research menunjukkan bahwa telah terjadi kenaikan kecil sejak 2016, ketika saat itu 62 persen orang mengatakan bahwa mereka bergantung kepada media sosial untuk memperoleh berita.

Secara keseluruhan, hal ini tidak terlalu penting, namun di antara beberapa segmen populasi, penggunaan media sosial meningkat secara signifikan.

Di kalangan dewasa non-kulit putih di AS, 74 persen mengatakan jika mereka memperoleh berita dari media sosial, ini merupakan peningkatan 10 persen dari tahun lalu, ketika hanya 64 persen yang mengatakan demikian.

Dan juga, di antara mereka yang berusia 50 atau lebih, jumlah yang mengatakan menerima berita dari media sosial meningkat 10 persen dari 2016 dan mencapai 55 persen dalam survei terbaru.

Sementara Facebook masih memimpin jauh di media sosial dalam hal penyebaran berita. Twitter, Snapchat, dan YouTube membuat kemajuan besar dari segi jumlah orang yang menggunakan situs-situs itu untuk memperoleh berita selama setahun terakhir.

Apabila ditinjau dari populasi keseluruhan, Facebook masih unggul dari situs-situs media sosial lainnya. Ini karena pengguna Facebook sangat besar jumlahnya dibanding media lainnya, dan karena penggunanya membaca berita langsung di situs itu.

Twitter mengalami peningkatan 15 persen jumlah pengguna yang mengaku memperoleh berita dari media itu, 59 persen pada tahun 2016 menjadi 74 persen pada 2017.

Jumlah pengguna YouTube yang memperoleh berita dari situs berbagi video itu meningkat dari 21 persen pada 2016 menjadi 32 persen pada 2017. Adapun Snapchat menunjukkan kenaikan 12 persen, dari 17 persen pada 2016 menjadi 29 persen pada 2017.

 
Embed Widget

x