Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 11 Desember 2017 | 10:52 WIB

Kamera Ini Bisa Meneropong Organ Tubuh Manusia

Oleh : - | Selasa, 5 September 2017 | 06:06 WIB
Kamera Ini Bisa Meneropong Organ Tubuh Manusia
(Foto: BBC)
facebook twitter

INILAHCOM, London - Para ilmuwan di Inggris mengembangkan sebuah kamera yang bisa meneropong langsung ke dalam tubuh manusia.

BBC melaporkan, perangkat ini dirancang untuk membantu para dokter melacak piranti medis yang disebut endoskopi, saat pemeriksaan bagian dalam tubuh.

Hingga kini, para staf medis masih harus mengandalkan alat-alat pemindaian yang harganya mahal, seperti sinar-X, untuk melihat kemajuannya.

Kamera baru ini bekerja dengan mendeteksi berbagai sumber cahaya di dalam tubuh, seperti sinar yang terletak di ujung tabung lentur endoskopi.

"Kamera ini memiliki potensi besar untuk digunakan dalam beragam aplikasi," kata Prof Kev Dhaliwal, dari Universitas Edinburgh.

"Kemampuan perangkat ini untuk melihat lokasi endoskopi dalam tubuh sangat penting bagi dalam perawatan kesehatan, seiring dengan niat untuk meminimalkan pendekatan invasif dalam mengobati penyakit di masa depan," imbuhnya.

Uji coba awal menunjukkan bahwa prototipe kamera ini bisa melacak sumber titik cahaya melalui jaringan sepanjang 20 cm dalam kondisi normal.

Pancaran cahaya endoskopi memang bisa menembus bagian dalam tubuh, namun biasanya menyebar atau memantul pada jaringan dan organ dan bukan bergerak langsung.

Hal itu menimbulkan masalah dalam mendapatkan gambaran yang jelas di mana sebetulnya alat itu berada.

Kamera baru tersebut bisa mendeteksi partikel-partikel individu, yang disebut foton, dan sangat sensitif sehingga bisa menangkap jejak kecil cahaya yang melewati jaringan.

Kamera ini juga dapat merekam waktu yang dibutuhkan cahaya untuk menyusuri tubuh, yang berarti perangkat ini bisa menemukan di mana endoskopi berada.

Para periset telah mengembangkan kamera baru tersebut sehingga bisa digunakan di tempat tidur pasien.

Proyek yang dipimpin oleh Universitas Edinburgh dan Universitas Heriot ini adalah bagian dari Proteus Interdisciplinary Research Collaboration, yang mengembangkan berbagai teknologi baru untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit paru-paru.

"Unsur favorit saya dalam pekerjaan ini adalah kemampuan untuk bekerja dengan para dokter untuk memahami tantangan kesehatan praktis, kemudian menyusun teknologi dan prinsip-prinsip canggih yang biasanya hanya berada dalam laboratorium fisika, untuk memecahkan berbagai masalah nyata," ujar Dr Michael Tanner, dari Universitas Heriot-Watt.

Komentar

 
Embed Widget

x