Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 19:40 WIB

Mengapa Badai Harvey Tampak Lebih Mematikan?

Oleh : - | Rabu, 30 Agustus 2017 | 01:01 WIB
Mengapa Badai Harvey Tampak Lebih Mematikan?
(BBC)
facebook twitter

BADAI Harvey telah menjadi mimpi buruk bagi penduduk Texas, AS. Badai yang menjadi bencana paling serius sejak topan Wilma tahun 2005 silam ini telah berkolaborasi dengan banjir dahsyat yang menghancurkan Texas. Harvey telah 'menyapu' wilayah Rockport, Texas, sekitar 56 km timur laut Corpus Christi, pada Jumat malam pekan lalu, 25 Agustus 2017.

Kekuatan Harvey semakin dahsyat saat mendekati pantai Texas, pada Kamis dan Jumat. Kamis, pukul 08.00 EDT, kecepatan angin mencapai 100 km/jam mph. Pada Jumat pukul 08.00 EDT, kecepatannya melonjak hingga 180 km/jam, dan pada pukul 14.00 EDT, kecepatan angin meningkat mendekati 200 km/jam.

Hal itu menjadikan Harvey sebagai topan besar Kategori 3 pada skala Saffir-Simpson --skala klasifikasi besarnya badai, angin dan siklon tropis berdasarkan kecepatan angin ribut-- yang menandakan bahwa angin tersebut dapat menyebabkan kerusakan yang menghancurkan.

Baca juga: Ini Badai Dahsyat yang Hantam AS Sejak Tahun 2000-an

Pada Jumat malam, Harvey masuk ke Kategori 4, dengan kecepatan angin hingga lebih dari 210 km/jam, seperti yang diperkirakan sebelumnya. Sabtu pagi, Harvey diturunkan menjadi Kategori 1, meskipun hujan lebat dan gelombang badai tetap terjadi, yang berisiko menyebabkan banjir yang serius.

Para ahli meteorologi masih berusaha mengungkap rahasia dibalik peningkatan topan yang begitu cepat. Ahli meteorologi dan pendiri situs Weather Underground, Jeff Masters, mengatakan bahwa tiga topan terdahsyat yang pernah tercatat antara lain topan Charley tahun 2004, Andrew tahun 1992, dan topan Labor Day tahun 1935.

Ketiga badai topan tersebut memiliki intensifikasi yang serupa saat mereka menyapu daratan. Ketiganya menghancurkan dan menimbulkan kerusakan besar di setiap area yang dilalui.

Angin topan mendapatkan energi dahsyat dari air laut yang telah dipanaskan hingga kurang lebih 80 derajat Fahrenheit (sekitar 27 derajat Celcius). Perkembangan topan bisa terhambat oleh adanya angin tingkat atas --yang dikenal sebagai Wind Shear-- yang menganggu sirkulasi badai dan dapat menyebabkan hilangnya kekuatan badai tersebut.

Dalam sebuah tulisan blognya 26 Agustus lalu, Masters mengungkapkan bahwa topan Harvey telah melewati air yang sangat hangat --setidaknya 85 derajat Fahrenheit (sekitar 30 derajat Celcius)selama lebih dari enam jam sebelumnya. Harvey juga tidak terganggu oleh Wind Shear, sehingga kondisi tersebut mendorong intensifikasi yang cepat pada Harvey.

Meskipun semua topan membawa hujan deras secara bersamaan, Masters mengatakan badai yang diiringi angin dan menimbulkan curah hujan yang besar, seperti Harvey, justru jarang terjadi. Namun, National Hurricane Center di Miami berujar bahwa badai tersebut dapat membawa curah hujan sebesar 25 inci ke daratan Texas hingga Rabu ini. Kombinasi angin kencang, hujan deras yang berkepanjangan, dan tumbangnya pepohonan merobohkan banyak tiang listrik.

Penderitaan orang-orang Texas semakin diperparah oleh Harvey yang berangsur lama dalam menyapu daratan. Topan sering memperoleh kecepatan yang lebih besar ketika menyentuh daratan, dan bergerak dengan kecepatan yang jauh lebih cepat saat melalui daratan. Namun, Harvey diperkirakan akan bergerak lamban, hanya beberapa kilometer per jam selama beberapa hari berikutnya, dan memperpanjang tingkat kerusakan hingga minggu depan.

Kerusakan akibat banjir akan semakin diperparah oleh gelombang besar badai topan Harvey, kombinasi lonjakan air dan angin badai yang terdorong ke darat.

"Gelombang badai Harvey dapat mendorong sejumlah besar air dari beberapa arah ke Galveston Bay dan Houston Ship Channel. Banjir tersebut bisa meluas hingga sepanjang wilayah tenggara Houston, di dekat teluk, dan saluran kapal, sampai minggu depan," ujar Maters, seperti dilansir National Geographic.

Pantai Teluk Texas diselingi dengan banyak infrastruktur yang dikembangkan, dari perumahan hingga jalan, jembatan dan, jaringan pabrik petrokimia, kilang, serta industri berat lainnya yang kuat. Pemerhati lingkungan telah memperingatkan bahwa kerusakan pada infrastruktur ini dapat mengakibatkan kebocoran minyak atau bahan kimia beracun.

Para ahli juga telah memperingatkan bahwa lebih dari satu abad, lahan berkembang --terutama di tepi air-- telah memindahkan atau menurunkan banyak lahan basah dan pulau penghalang alami yang pernah membantu meredam lonjakan air dan angin yang disebabkan oleh angin topan. Pipa dan kanal yang melintasi silang lansekap dapat mempercepat penyaluran air ke daratan, yang dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan.

 
Embed Widget

x