Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 12:35 WIB

Net1 Indonesia Mulai Rambah Pulau Dewata

Oleh : - | Rabu, 23 Agustus 2017 | 00:30 WIB
Net1 Indonesia Mulai Rambah Pulau Dewata
(ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI) terus berkomitmen untuk menggarap layanan telekomunikasi 4G LTE dengan menghadirkan Net1 Indonesia (Net1) di Pulau Bali. Layanan tersebut menggunakan frekuensi 450MHz dengan jangkauan sinyal lebih luas ketimbang frekuensi selular di atasnya.

STI menilai Pulau Bali memiliki peluang besar untuk menjadi target pasar dari penjualan layanan Net1. Berdasar data survei dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJI) pada akhir 2016, jumlah pengguna internet mencapai 132,7 juta orang. Adapun penetrasi pengguna dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali diperkirakan akan mencapai 6.148.796 atau 4,7 persen pada tahun 2017.

"Bali merupakan salah satu provinsi yang menjadi penopang perekonomian bangsa melalui industri pariwisatanya. Seiring perkembangan waktu, industri pariwisata bukan hanya sekadar traveling atau semata-mata memasarkan tujuan wisata, namun juga memberikan pertumbuhan bagi industri-industri pendukungnya, terutama di area pelosok pulau Bali. Pertumbuhan industri yang semakin menggeliatkan perkonomian lokal itulah yang membuat kami memiliki komitmen kuat terhadap Bali," ujar Larry Ridwan, CEO STI dalam siaran persnya kepada INILAHCOM.

Menurut dia, STI akan memaksimalkan akses Net1 agar bisa menjangkau seluruh wilayah Bali mulai dari Gilimanuk hingga ujung timur di Gili Selang. Dengan keberadaan Net1 di Pulau Bali akan menambah jumlah jaringan 4G LTE yang telah ada sebelumnya di kawasan timur Indonesia, antara lain di provinsi Sulawesi Selatan, NTB, dan Maluku.

Saat ini, STI masih terus menyelesaikan perpindahan dari pelanggan Code Division Multiple Access (CDMA) ke 4G hingga akhir 2017. STI sebagai pemilik merek dagang layanan Net1 akan mengomersialkan secara penuh layanan 4G di frekuensi 450 MHz mulai 2018.

Untuk mengawali komitmen ini, STI telah mempersiapkan langkah-langkah strategis, salah satunya dengan bekerja sama dengan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau disebut PT INTI pada awal Agustus ini.

Dalam kerja sama tersebut, PT INTI akan memproduksi perangkat yang mendukung frekuensi 450Mhz yang akan dipasarkan dalam bisnisnya setelah diintegrasikan dengan layanan Net1. Perangkat yang dimaksud adalah perangkat yang sudah dipasarkan maupun yang akan datang.

Strategi bisnis STI saat ini adalah memindahkan para pelanggan CDMA yang masih menggunakan Ceria untuk bermigrasi ke 4G. Untuk mendukung layanan Net1 di Bali, STI telah membuka Sentra Net1 yang ada di area Denpasar, menyusul untuk area-area lainnya.

Selain pelanggan perorangan, STI juga akan fokus untuk menggarap pelanggan korporasi (business-to-business atau B2B). Untuk itulah, STI kini sedang mempersiapkan sejumlah solusi telekomunikasi yang inovatif berbasis Internet of Things (IoT) guna mendukung layanan Net1 untuk pasar B2B.

Menurut Larry, STI sengaja menyasar area luar atau daerah perdesaan, setelah itu barulah masuk ke area dalam alias perkotaan.

"Untuk melakukan migrasi pelanggan ke 4G, pelanggan lama Ceria akan ditawari trade-in perangkat router dan MiFi, sementara tarif paket berlangganannya akan disesuaikan dengan layanan Net1," ujarnya.

Saat ini, tren di dunia telekomunikasi sudah mengarah ke koneksi data berkapasitas besar, dimana tidak kurang 20 dari 115 operator CDMA 450 MHz sudah berevolusi menjadi 4G LTE. Karakteristik frekuensi 450 MHz yang memiliki kelebihan pada jangkauan sinyalnya ditambah dengan kecanggihan teknologi 4G LTE yang memiliki kelebihan pada kecepatan, sehingga memberikan keunikan tersendiri bagi para operator tersebut.

Teknologi LTE membawa peningkatan yang sangat pesat pada penyerapan penggunaan internet cepat di dunia, dan didukung frekuensi 450 MHz penyebaran teknologi 4G LTE.

STI merupakan satu-satunya operator telekomunikasi di Indonesia yang beroperasi pada frekuensi 450Mhz dengan menggunakan teknologi CDMA2000 1x. STI memiliki lisensi mobilitas penuh dengan jangkauan nasional. Saat ini, jangkauan layanan STI meliputi pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku.

Sebagai bagian dari bisnis Sampoerna Strategic Group, STI telah bekerjasama dengan investor AINMT Holdings, perusahaan induk dari AINMT Skandinavia Holdings dan AINMT International Holdings untuk membangun layanan 4G LTE di Indonesia guna melayani lebih dari 260 juta penduduk Indonesia di lebih dari 14.000 pulau.

Komentar

 
x