Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 17 Oktober 2017 | 10:55 WIB

Ajang Pameran Otomotif GIIAS 2017 Resmi Dibuka

Oleh : - | Kamis, 10 Agustus 2017 | 16:33 WIB
Ajang Pameran Otomotif GIIAS 2017 Resmi Dibuka
(ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Tangerang - Gelaran world class auto show series, GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, hari ini (10/8/2017), secara resmi dibuka oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Serpong, Tangerang.

Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla dijadwalkan akan membuka the 12th GAIKINDO International Automotive Conference (GIAC) dan mengunjungi pameran GIIAS 2017 pada tanggal 11 Agustus 2017.

Sebagai satu-satunya pameran otomotif yang diselenggarakan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), GIIAS 2017 merupakan pameran GAIKINDO ke-25 yang diselenggarakan secara rutin dan berkelanjutan sejak tahun 1986.

Tahun ini, pameran GIIAS 2017 akan berlangsung mulai tanggal 10-20 Agustus 2017 dan akan kembali didukung secara penuh oleh PERTAMINA dan Mandiri sebagai sponsors.

GIIAS 2017 siap menghadirkan ragam produk kendaraan terbaru serta teknologi terkini dari industri otomotif dunia. Dengan mengusung tema 'Rise of the Future Mobility', GIIAS 2017 diharapkan dapat mewakili semangat GAIKINDO dalam membangun dan membesarkan industri otomotif Indonesia menuju masa depan.

Pada upacara peresmian, Menteri Perindustrian Airlangga Suhartarto menyampaikan ucapan selamatnya dan harapannya untuk kemajuan industri otomotif Indonesia sehingga dapat disandingkan secara setara dengan industri otomotif global.

"Selamat kepada pameran GIIAS yang telah berlangsung selama 25 tahun, kami harapkan pameran ini dapat memberikan dampak yang positif dalam memperkenalkan produk dan tren teknologi baru," ujar dia.

Dengan tema 'Rise of the Future Mobiity', imbuh Airlangga, GIIAS menghadirkan product knowledge melalui pameran dan promosi dan memberikan manfaat untuk masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility diantara lain seperti travelling and teaching, book donation, student day, donor darah, dan workshop 'GIIAS Goes To Campus'.

"Industri otomotif meningkat di paruh kedua ini, hal ini membuktikan bahwa daya beli masyarakat masih bertenaga. Kemudian dana pihak ketiga di perbankan masih besar dan industri masih bertumbuh dan ekonomi kita juga masih terjaga di level 5 persen. Maka artinya ekonomi Indonesia masih kuat dan ini akan membawa optimisme kepada kita semua," lanjutnya.

Airlangga menjelaskan bahwa impor mobil CBU dibandingkan ekspor juga mengalami kenaikan, pada tahun 2015 surplus sebanyak US$466 juta dan di akhir tahun 2016 sudah meningkat menjadi US$600 juta.

Hal ini menyimpulkan bahwa Indonesia telah menjadi nett eksporter dari otomotif. Sementara dari sektor otomotif tahun 2017 nilai investasi yang sudah diselesaikan sebesar Rp16,5 triliun ini penting bahwa industri otomotif terus tumbuh dan menimbulkan kepercayaan terhadap investor terhadap kebijakan yang dilakukan pemerintah sehingga menambahkan lapangan kerjaan sebesar 5.000 orang.

"Tenaga kerja di sektor ini telah mencapai 1 juta orang dan yang terkait langsung dengan sektor ini sebanyak 5 juta orang. Dengan demikian otomotif menjadi salah satu sektor yang selain memberikan nilai tambah juga menyerap tenaga kerja," papar Airlangga.

Selanjutnya dia menjelaskan bahwa Kementerian Perindustrian tengah menyusun kebijakan untuk menyempurnakan kebijakan sebelumnya yang terkait dengan kendaraan Low Carbon Emission, termasuk didalamnya kendaraan hybrid dan mobil listrik.

"Pemerintah akan memberikan insentif kepada low carbon vehicle dibanding mobil konvensional. Hal ini terkait dengan target Kementerian Perindustian di tahun 2025 dimana sebanyak 20 perswen persen atau 400 ribu kendaraan rendah emisi dapat masuk ke pasar Indonesia," ucapnya.

"Di samping itu kami menegaskan bahwa pusat inovasi menjadi penting karena dunia akan memasuki era baru dimana low cost emission vehicle menjadi salah satu modal untuk jadi penggerak pengganti carbon fuel. Pada akhirnya kami mengupayakan agar Euro4 diharapkan bisa tuntas sebelum pelaksanaan Asian Games 2018," lanjutnya.

Airlangga menekankan harapannya agar GIIAS dapat memberikan penjelasan kepada publik tentang perkembangan dari terknologi yang dicapai oleh industri kendaraan bermotor Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum GAIKINDO Yohanes Nangoi menyampaikan tujuan GAIKINDO agar GIIAS 2017 dapat menjadi sebuah ajang yang membangun dan membesarkan industri otomotif Indonesia menuju masa depan.

"Kami berharap kontribusi GAIKINDO melalui gelaran GIIAS 2017 dapat turut mengembangkan industri otomotif Indonesia sebagai salah satu industri yang memiliki peran signifikan terhadap roda ekonomi Indonesia. Sekaligus melanjutkan semangat dan gerak langkah GAIKINDO dalam membangun dan mengembangkan industri otomotif Indonesia," kata Nangoi.

Ia melanjutkan bahwa GAIKINDO turut mengharapkan peran aktif dan dukungan pemerintah dalam membangun dan mengembangkan industri otomotif Indonesia menuju masa depan.

"Kami berharap kedepannya pemerintah dapat merancang kebijakan-kebijakan yang dapat memberikan dampak positif terhadap industri otomotif Indonesia. Dengan demikian dapat menjadi dorongan untuk tumbuhnya pasar domestik serta upaya peningkatan ekspor industri Otomotif Indonesia," ucapnya.

Nangoi mengungkapkan bahwa tahun ini, GIIAS 2017 didukung penuh oleh 32 merek mobil anggota GAIKINDO, termasuk di dalamnya 24 merek kendaraan penumpang yakni; Audi, BMW, Chevrolet, Daihatsu, Datsun, Dodge, Honda, Hyundai, Isuzu, Jeep, KIA, Lexus, Mazda, Mercedes-Benz, MINI, Mitsubishi Motors, Nissan, Renault, Suzuki, Tata Motors, Toyota, Volvo, VW, dan Wuling, serta 8 merek kendaraan niaga yaitu DFSK, FAW, Hino, Hyundai Bus and Truck, Isuzu, Mitsubishi FUSO, Tata Motors, dan UD Truck. Dan diikuti oleh lebih dari 300 merek yang terdiri dari pelaku industri otomotif di Indonesia. serta

"Tahun ini kami mengajak para peserta pameran termasuk para APM untuk menghadirkan serta memamerkan new products, product development dan new technologies sehingga masyarakat dan pelaku industri otomotif di Indonesia memiliki pemahaman yang lebih mengenai pesatnya kemajuan industri otomotif yang terjadi di negara berkembang lainnya," jelas Nangoi.

"Dengan memamerkan produk dan teknologi terbaru, tentunya nama Indonesia dan pameran GIIAS 2017 akan selangkah lebih maju untuk dapat disejajarkan dengan pameran otomotif internasional lainnya seperti Frankfurt Auto Show, Tokyo Motor Show, Detroit Auto Show, Geneva Motor Show. dan beberapa pameran internasional lainnya," lanjutnya.

Nangoi juga menyebutkan bahwa pada gelaran GIIAS 2017 tercatat akan ada lebih dari 40 peluncuran kendaraan terbaru, di antaranya akan ada World Premiere, Asian Premiere, Indonesian Premiere serta Concept Cars launching.

Kendaraan-kendaraan terbaru akan diluncurkan di hari pertama pameran pada tanggal 10 Agustus 2017, termasuk peluncuran World Premiere yang tentunya akan menjadi acara yang eksklusif bagi media nasional dan internasional.

Hingga bulan Juni 2017, industri otomotif Tanah Air memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Hal ini turut diungkapkan Yohanes Nangoi pada pembukaan pameran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017.

Melalui laporan yang diumumkannya, penjualan domestik sampai dengan bulan Juni tahun 2017 mencapai 533,750 unit atau naik 0,3 persen terhadap tahun lalu pada periode yang sama. Proyeksi penjualan domestik pada tahun 2017 adalah sebesar 1,100,000 unit.

Nangoi melanjutkan bahwa beberapa merek juga memberikan kontribusi dengan membuka pabrik yang memiliki kapasitas produksi mencapai ratusan ribu unit dengan nilai investasi sebesar triliunan rupiah, yakni Mitsubishi Motors dan SGM Wuling.

"Selain itu fasilitas penelitian dan pengembangan (Research & Development) juga sudah terus dikembangkan, salah satu kontribusi yang diberikan pada bidang R&D ini salah satunya berasal dari PT Astra Daihatsu Motor yang telah meresmikan R&D center di Indonesia," jelas Nangoi.

 
x