Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 04:35 WIB

Smartglass Bisa Geser Popularitas Smartphone?

Oleh : - | Selasa, 8 Agustus 2017 | 18:30 WIB
Smartglass Bisa Geser Popularitas Smartphone?
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, San Francisco - Akhir Juni lalu, mantan analis Wall Street Gene Munster mengatakan, perangkat Augmented Reality (AR) Apple Glasses, yang diperkirakan meluncur pada 2020, akan lebih besar dari iPhone.

Kini, analisis serupa datang dari pencipta HoloLens Alex Kipman dan kepala Windows Insider Dona Sakar. Keduanya sependapat dengan Munster bahwa smartglass atau kacamata pintar AR bisa saja melampaui smartphone sebagai teknologi utama.

Kipman, yang menciptakan HoloLens, mengatakan bahwa smartphone sudah mati dan orang-orang belum mengetahuinya.

HoloLens menggunakan kombinasi dunia nyata dan maya untuk membentuk Mixed Reality. Dunia nyata muncul sebagai latar belakang AR sedangkan dunia maya muncul dalam gambar virtual reality.

Menurut Kipman, smartphone kecil dan layar televisi akan diganti dengan perangkat holografik yang bisa dipakai seperti layar smartglass.

"Potensi perangkat ini suatu hari nanti akan mengganti ponsel, TV dan semua layar Anda. Ketika aplikasi, video informasi dan bahkan kehidupan sosial Anda diproyeksikan ke garis penglihatan Anda, Anda tidak memerlukan gadget berbasis layar yang lain... (itu) 'kesimpulan alami' dari mixed reality," ujar Kipman, seperti dilansir Phone Arena.

Windows Insider Dona Sakar memiliki pandangan yang sama meskipun dia melihat dari sisi smartphone. Mengaku bahwa dia mencintai Lumia 950 XL miliknya, dia menyadari bahwa sebuah smartphone hanyalah satu kategori tunggal dari grup yang mencakup perangkat mobile.

Seperti Kipman, Sakar melihat Microsoft mengembangkan versi tanpa layar dari smartphone yang mengambil alih handset.

"Saya suka XL 950 saya... tapi itu bukan satu-satunya perangkat mobile di planet ini. HoloLens adalah perangkat mobile... Ada kategori perangkat baru di masa depan yang juga akan menjadi perangkat mobile, akan menjadi hal-hal yang Anda bawa kemanapun Anda pergi," kata Sakar.

"Dan, sebagai manusia, sangat tidak wajar bagi kita untuk menatap layar... ini baru terjadi sekitar 10 tahun terakhir... itu membuat kita antisosial, itu membuat kita tidak berperilaku seperti manusia," tambah dia.

Mengingat Google Glass cukup banyak mengalami kegagalan konsumen dan bahwa smartphone masih memegang kendali, perkiraan tersebut masih jauh dari realita.

Namun, saat ini pengguna telah beralih dari feature phone ke smartphone, dan bukan tidak mungkin untuk beralih ke perangkat smartglass berbasis AR.

Komentar

 
x