Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 September 2017 | 19:51 WIB

NASA Bantah Culik Anak Jadi Budak Seks di Mars

Oleh : Ibnu Naufal | Rabu, 5 Juli 2017 | 18:30 WIB
NASA Bantah Culik Anak Jadi Budak Seks di Mars
(Foto: RawStory)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington - Badan antariksa Amerika Serikat atau NASA, selama sepekan terakhir tengah disibukkan dengan tuduhan dan hoax yang menyebar luas di media.

Setelah hoax soal penemuan alien pada 20 Juni lalu, kini NASA dituding telah menculik anak-anak yang akan dikirim ke Planet Mars dan dipekerjakan sebagai budak seks.

Tudingan itu diutarakan oleh Robert David Steele yang berbicara sebagai nara sumber dalam sebuah talk show radio Infowars yang mengabarkan pada Kamis (29/6/2017).

Steele, seorang bekas marinir dan anggota badan intelijen AS, CIA, mengatakan bahwa NASA sudah membangun sebuah koloni di Mars. Koloni itu kini dihuni oleh anak-anak yang diculik NASA dan dipaksa bekerja sebagai budak.

"Ini mungkin akan mengejutkan para pendengar kalian, tetapi kami yakin bahwa ada sebuah koloni di Mars yang kini dihuni oleh anak-anak, yang dulu diculik dan dikirim ke luar angkasa dalam perjalanan selama 20 tahun," kata Steele.

"Jadi ketika tiba di Mars, mereka tak punya pilihan selain bekerja sebagai budak di koloni," lanjut Steele, yang dikenal karena turut mendirikan lembaga intelijen di Korps Marinir AS.

Menanggapi tudingan itu, NASA melalui juru bicaranya mengatakan bahwa tidak ada manusia yang hidup di Mars saat ini.

"Tidak ada manusia di Mars. Yang ada hanya beberapa rover yang sedang aktif bekerja," terang Guy Webster dari Jet Propulsion Laboratory, sebuah pusat riset dan pengembangan milik NASA di California, AS.

"Ada sebuah rumor yang beredar pekan lalu yang isinya tidak benar. Rumor memang ada, tetapi tidak ada manusia di Mars," tegas Webster.

Radio Infowars sendiri dikenal gemar membahas tentang teori konspirasi.

Beberapa teori konspirasi yang pernah disebar oleh radio ini antara lain klaim tentang serangan terhadap menara kembar WTC di New York pada 11 September 2001 dirancang dan dilaksanakan oleh pemerintah AS sendiri dan bukan oleh kelompok teroris Al Qaeda.

Radio ini juga pernah mewartakan bahwa Social Security Administration, sebuah lembaga di bawah pemerintah AS yang bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat miskin, telah membeli amunisi yang akan digunakan untuk menembaki warga jika terjadi kerusuhan.

Tags

 
Embed Widget

x