Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 22 Juli 2017 | 23:42 WIB

Tips Mudik Aman dan Nyaman dengan Mobil Pribadi

Oleh : - | Kamis, 22 Juni 2017 | 14:14 WIB
Tips Mudik Aman dan Nyaman dengan Mobil Pribadi
(ilustrasi)
facebook twitter

TIDAK terasa Lebaran sebentar lagi tiba. Bagi Anda yang merencanakan mudik dengan kendaraan pribadi tentu harus melakukan persiapan matang menjelang mudik.

Berikut INILAHCOM paparkan tips mudik aman dan nyaman dengan menggunakan mobil pribadi:

1. Periksa kondisi mobil

Hal pertama yang perlu dipersiapkan yaitu cek kondisi tekanan angin ban, kemudian air radiator, wiper, dan air aki. Setelah itu, periksa juga sistem kelistrikan pastikan dalam kondisi baik.

Jangan lupa periksa juga oli mesin, power steering, dan minyak rem, serta karet-karet mobil hingga fan belt.

Ada baiknya sebelum berangkat mudik, Anda kunjungi bengkel langganan untuk servis rutin.

2. Ini perlengkapan yang harus dibawa

Untuk selalu waspada persiapkan juga ban serep, dongkrak beserta pemutarnya, berbagai kunci, obeng (plus dan minus), kunci busi, kunci inggris, segitiga pengaman, senter, dan peta perjalan.

Selain itu, Anda juga jangan melupakan surat kelengkapan kendaraan seperti SIM dan STNK.

3. Persiapkan kondisi pengemudi

Peran pengemudi sangatlah vital, karena bertanggung jawab penuh atas penumpang yang berada di dalamnya. Pastikan kondisi tetap prima.

Jika mengantuk, jangan sekali-kali mencoba mengemudi. Begitu juga sebaliknya, saat mengemudi jangan sampai mengantuk.

4. Selalu berkendara dengan aman

Saat melakukan perjalanan, gunakan sabuk pengaman. Jangan lupa juga untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu-lintas.

Selain itu, untuk wanita hamil terutama menginjak tujuh bulan disarankan jangan menjadi pengemudi.

Hal ini dikarenakan kondisi perut yang sudah membesar, sehingga dapat membuat ibu hamil kurang gesit saat melakukan manuver, serta kurang aman dan nyaman menginjak pedal rem dan gas.

5. Jaga jarak aman dengan kendaraan lain

Jarak aman bukan dipatok dari hitungan meter, tetap bisa dipertimbangkan selisih waktu tiga detik karena waktu tersebut merupakan selang antara respon pengemudi dengan respon mesin mobil saat melakukan pengereman.

Penting untuk diingat, respon manusia lebih lambat dibandingkan reaksi mekanik pengereman. [ikh]

 
x