Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 Oktober 2017 | 08:07 WIB

Meski Dibanderol Lebih Mahal

Microsoft Tak Ambil Laba dari Penjualan Xbox One X

Oleh : - | Senin, 19 Juni 2017 | 16:30 WIB
Microsoft Tak Ambil Laba dari Penjualan Xbox One X
Phil Spencer, kepala produksi Xbox. - (NDTV)
facebook twitter

INILAHCOM, New York - Pekan lalu, Microsoft resmi mengumumkan kehadiran konsol game terbaru mereka yaitu Xbox One X. Berbekal spesifikasi yang jauh lebih baik dari PlayStation 4 Pro, tak heran jika Microsoft berani membanderolnya seharga US$500, alias lebih mahal ketimbang berbagai konsol game yang ada pada saat ini.

Meski menjual Xbox One X dengan harga yang lebih mahal, namun Microsoft ternyata tidak mengambil keuntungan dari tiap unit yang terjual. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Phil Spencer, kepala produksi Xbox, dalam wawancaranya dengan Business Insider.

Ia menjelaskan bahwa sekalipun Xbox One X merupakan konsol Xbox terkecil, tercanggih, dan termahal yang pernah dibuat oleh Microsoft, namun perusahaan itu sama sekali tak mengambil keuntungan dari penjualannya.

Ketika ditanya apakah Microsoft merugi dengan sistem tersebut, Spencer menjawab bahwa hanya karena dirinya mengatakan kalau perusahaannya tidak mengambil keuntungan, maka bukan otomatis berarti bahwa Microsoft merugi.

"Saya tak ingin berbicara soal angka, namun secara keseluruhan Anda juga harus ingat bahwa soal hardware dalam bisnis konsol bukanlah bagian yang menghasilkan uang. Bagian yang paling menguntungkan adalah penjualan game itu sendiri," ujarnya.

Sebagai informasi, biaya produksi konsol akan terus menurun dari tahun ke tahun, dan tingkat keuntungan yang bisa diraup dari penjualan konsol nantinya akan meningkat di tahun-tahun mendatang.

Perubahan lain yang dapat dipertimbangkan adalah adopsi televisi 4K. Saat ini memang masih sedikit orang yang memiliki televisi 4K, namun di tahun-tahun mendatang ketika sudah banyak produk televisi 4K berharga terjangkau, maka kecenderungan untuk membeli konsol game dengan dukungan untuk grafis 4K pasti juga akan meningkat.

Belum lagi fakta bahwa bisnis game saat ini juga didominasi oleh layanan seperti pembelian di dalam aplikasi, biaya berlangganan bulanan untuk mengakses server online, dan masih banyak lagi lainnya.

Komentar

 
x