Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Juni 2017 | 02:01 WIB

40 Tahun Toyota Kijang

Tonggak Sejarah Toyota Kijang dari Masa ke Masa

Oleh : - | Sabtu, 10 Juni 2017 | 05:30 WIB
Tonggak Sejarah Toyota Kijang dari Masa ke Masa
(ist)
facebook twitter

KISAH asal mula Toyota Kijang sendiri tidak bisa dipisahkan dari dorongan pemerintah untuk mengembangkan Kendaraan Bermotor Niaga Sederhana (KBNS) di era 1970-an.

KBNS adalah kendaraan serbaguna dengan harga yang bisa dijangkau seluruh lapisan masyarakat.

Baca juga: Toyota Kijang, Cerminan Semangat Toyota Indonesia

Pemunculan nama binatang pada kendaraan niaga ini karena Filipina telah dulu menggunakan nama 'Tamaraw' yang berarti kerbau. Maka kemudian dipilih nama 'Kijang' untuk menggambarkan kelincahan.

Generasi 1: 1977-1980

Toyota Kijang pertama kali diperkenalkan pada 9 Juni 1977 yang hadir dalam bentuk pick-up. Setahun kemudian, masyarakat mulai melihat kegunaan lain dari Kijang yaitu untuk mengantar keluarga.

Fenomena ini ditangkap oleh sejumlah karoseri dengan membuat bodi minibus untuk Kijang.

Masyarakat menerima dengan baik karena Kijang memiliki kabin yang lapang dan hadirnya bonnet (mesin di depan) sehingga lebih memberikan rasa aman. Dari sinilah legenda Kijang sebagai mobil keluarga di mulai.

Ciri khas generasi pertama yang mungkin sampai sekarang masih diingat adalah pintu yang tidak disertai dengan jendela melainkan dari terpal atau plastik.

Selain itu, hadirnya bonnet atau 'hidung' juga menjadi daya tarik tersendiri karena kala itu kendaraan KBNS lainnya tidak memiliki bonnet. Dengan hadirnya bonnet, membuat pengemudi merasa lebih aman.

Selain ciri khas tersebut, Kijang Generasi 1 memiliki nama panggilan yang cukup unik yaitu Kijang Buaya. Konon julukan ini timbul lantaran struktur kap mesin yang overlap hingga ke sisi bodi sehingga ketika dibuka mirip dengan buaya yang sedang menganga.

Generasi ini menggunakan mesin Toyota Corolla, 3K 1.200cc yang memang terkenal 'bandel'.

Generasi 2: 1981-1985

Pada September 1981, Kijang Generasi 2 hadir dengan bodi yang lebih halus, letak engsel pintu yang tersembunyi, kap mesin yang hanya membuka di bagian atas moncong, serta gril dan permukaan pintu sejajar bodi.

Mesin pun mengalami ubahan. Dengan perubahan ini, masyarakat semakin menyadari utilitas dan peran Kijang sebagai mobil keluarga. Mesin yang digunakan pun berubah menjadi 5K 1.500 cc untuk memberikan performa yang lebih baik.

Pada tahun 1984, inovasi kembali dilakukan dimana Kijang Doyok mengalami perubahan pada grill dan bumper.

Dibanding dengan pendahulunya, Kijang Doyok telah dilengkapi dengan detail yang membuat Kijang terlihat lebih 'mobil-wi'. Kijang Doyok sudah dilengkapi dengan jendela kaca dan bukaan pintunya lebih nyaman.

Sama halnya dengan Kijang Buaya, penamaan 'Kijang Doyok' datang dari masyarakat, dimana nama itu tentu belum ada ketika diluncurkan. Kijang generasi kedua ini dinamakan Kijang Doyok mungkin lantaran sosoknya yang kotak-kotak kerempeng diidentikkan dengan tokoh kartun Doyok di Harian Pos Kota.

Bisa juga lantaran baik Doyok maupun Kijang sama-sama populer saat itu dan dianggap ikon potret rakyat Indonesia sesungguhnya.

Generasi 3: 1986-1996

Kijang Super yang diluncurkan pada tahun 1986 memperkenalkan terobosan terbaru dalam proses produksi, yaitu teknologi Full Pressed Body yang dapat mengurangi 2 hingga 5 kilogram dempul per mobil.

Kijang Super hadir dalam dua versi yaitu sasis pendek (KF40) dan panjang (KF50). Fokus pemasaran dari Kijang Super ini juga mulai bergeser dari konsep niaga menjadi kendaraan keluarga.

Di tahun 1992, Kijang Grand Extra hadir dengan teknologi Toyota Original Body yang menjadikannya sebagai minibus pertama dengan kualitas bodi bebas dempul setara sedan.

Bagian eksterior juga semakin modern dan dinamis, ditunjang dengan perubahan interior seperti desain dashboard baru dan hadirnya AC double blower. Selain itu, terdapat pula penyempurnaan pada karburator.

Pada 1995, terdapat improvement dari Kijang sebelumnya, terutama pergantian mesin dari 5K 1.500cc menjadi 7K 1.800cc. Dari segi eksterior juga dibedakan dengan hadirnya grille tegak.

Kijang Generasi 3 ini berhasil mencetak sejarah pada tahun 1989 dimana terdapat peluncuran Kijang ke 200 ribu unit yang bertepatan dengan produksi Toyota ke 500 ribu unit.

Teknologi Full Pressed Body merupakan suatu teknologi canggih kala itu berupa pengepresan pelat body setebal 1,2mm oleh mesin cetak bertekanan tinggi 1.500 ton.

Mesin ini didatangkan dari Jepang untuk membuat setiap bentuk dan lekukan panel-panel bodi agar lebih presisi. Dari setiap uraian cetakan panel-panel bodi yang telah di press selanjutnya disambung dan dilas.

Teknologi ini dapat mengurangi 2 hingga 5 kilogtam dempul per mobil. Kijang adalahminibus pertama di Indonesia yang mengadopsi pola produksi model seperti ini.

Di tahun 1992, Kijang Grand Extra hadir dengan teknologi Toyota Original Body (TOB). Jika sebelumnya komponen bodi pada sistem Full Pressed Body (FPB) sebanyak 30 panel, maka teknologi TOB hanya terdiri dari delapan komponen bodi.

Dengan teknik pengelasan yang makin modern, membuat Kijang menjadi minibus dengan kualitas produksi setara sedan. Perbedaan FPB dan TOB, FPB berhasil mengurangi pemakaian dempul, TOB sama sekali tidak melibatkan dempul. Ini menjadi terobosan berarti dalam dunia industri minibus.

Generasi 4: 1997-2004

Kijang Kapsul yang hadir pada tahun 1997 memiliki perubahan bentuk total dimana Kijang Kapsul tampil lebih aerodinamis dengan lekukan yang lebih halus. Untuk pertama kalinya, Kijang hadir dalam varian diesel dan transmisi otomatis.

Di tahun 2000, Kijang EFI hadir dengan penyegaran pada lampu, bumper, dan dashboard. Di tahun ini pula Kijang memasuki era baru yaitu mesin dengan teknologi fuel injection.

Kijang Kapsul Facelift 2002 hadir dengan perubahan pada grill, lampu depan, dan lampu belakang yang dilengkapi garnish.

Kijang generasi keempat ini semakin mengukuhkan posisi Kijang sebagai mobil keluarga Indonesia yang sesungguhnya.

Generasi 5: 2004-2015

Tahun 2004 merupakan milestone penting karena Kijang bargabung dengan proyek global IMV bersama Hilux dan Fortuner. Tampilan dari Kijang Innova sama sekali baru menjelma menjadi MPV sesungguhnya.

Walaupun terlihat berbeda sekali dengan Kijang pendahulunya, Kijang Innova tetap memiliki benang merah dengan Kijang Buaya, Doyok, Super, dan Kapsul. Benang merah tersebut adalah adopsi sasis ladder yang membuat Kijang Innova sedikit berbeda dibanding MPV modern lainnya yang menggunakan konfigurasi monocoque.

Kijang Generasi 5 ini dibekali sejumlah teknologi khas abad 21 seperti mesin berteknologi VVT-i, diesel common rail, hingga multi information display dan airbag.

Kijang Innova juga memiliki fleksibilitas kabin ala MPV modern dimana jok baris ketiga bisa dilipat menyamping ke arah jendela, dengan yang baris kedua digulingkan sehingga kapasitas bagasi mampu menampung lebih banyak, bahkan dua unit sepeda gunung.

Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2004, Kijang Innova telah mengalami beberapa kali improvement demi memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Generasi 6: 2015-

Kesuksesan Toyota Kijang terdahulu dan Kijang Innova hadirkan tantangan bagi Executive Chief Designer Hiroki Nakajima dalam mengembangkan Innova terbaru ini. Dirinya pun sadar, bahwa menghadirkan sebuah kendaraan yang legendaris serta memiliki pelanggan setia tidak lah mudah, terutama di era modernisasi seperti sekarang.

Nakajima dan tim akhirnya berkeliling ke negara-negara yang memiliki produk Innova untuk mengetahui kebutuhan apa yang ingin dipenuhi oleh pelanggan terhadap Kijang Innova.

Selama 'survei' yang dilakukannya, Nakajima menemukan bahwa banyak pemilik Kijang Innova yang melakukan customizing terhadap kendaraan mereka agar tampil sesuai keinginan, antara lain menggunakan ban lebih besar, seolah mengalihkan kepraktisan dan fungsidari sebuah MPV.

Dengan perkembangan zaman seperti sekarang ini, konsumen tidak hanya membutuhkan MPV yang fungsional dengan spesifikasi mumpuni, tapi juga menginginkan desain yang modern dan stylish.

Untuk mencapai misi ini, Nakajima mengembangkan Innova berdasarkan dua pendekatan; pendekatan pertama adalah mempertahankan DNA sukses yang sudah ada pada Innovadan Kijang terdahulu untuk konsumen setia Innova, serta pendekatan kepada konsumen yang menginginkan nilai baru pada Innova.

Nakajima pun dengan bangga menyampaikan bahwa All New Kijang Innova terbaru ini beralih menjadi Multi-Performance Vehicle.

Pengembangan desain Innova terbaru didasarkan pada konsep tough untuk memberikan kesan gagah pada sebuah MPV. Ubahan yang dilakukan sangat signifikan, tanpa melupakan DNA Kijang Innova yang legendaris.

Grill berbentuk hexagonal memberikan efek tiga dimensi yang menyatu dengan kap mesin serta lampu utama yang terlihat kian modern dan mewah. Dua bilah pada grill menciptakan impresi yang bertenaga dan menampilkan sosok profokatif yang gagah.

Sementara buritan pun tampil kokoh dan tangguh. Rear combination lamp pun di desain agar menampilkan kesan struktural yang inovatif dan emotional. Bahkan, lampu yang berdesain sloped, memberi tatapan sangar dari belakang.

Agar sosok All New Kijang Innova terlihat sophisticated, desain velg pun semakin modern didukung dengan wheel fender depan belakang yang memiliki garis tegas hingga buritan.

Awal 2017, Toyota Indonesia mengakomodir kebutuhan konsumen tersebut dengan menghadirkan Venturer sebagai flagship. Nama 'Venturer' dipilih untuk mengedepankan unsur prestis dan gagah dari sebuah MPV untuk menemani penggunanya dalam petualang di kota maupun luar kota.

Interior All New Kijang Innova mengedepankan kenyamanan, ruang lapang serta terdapat unsur kemewahan yang dapat dinikmati oleh pengemudi maupun penumpang.

Desain dasbor terkesan lebih lapang yang menyatu dari area pengemudi ke penumpang depan, sehingga memberi suasana yang luas dan lapang.

Dan sebagai apresiasi terhadap customer Innova, TAM memberikan kustomer extra comfort & luxury pada Venturer dengan mengadopsi leather seat pada ke seluruh kursi tanpa menghilangkan safety airbagnya, untuk menghadirkan kabin yang semakin mewah dan prestis.

Leather seat ini pun merupakan hasil survei yang dilakukan TAM terhadap konsumen Kijang Innova.Steering Switch tersedia di setiap line-up untuk memberikan kemudahan bagi pengemudi untuk mengatur audio, telepon serta interface menu di MID.

Kenyamanan penumpang belakang pun dimanjakan dengan Seatback Table (tipe Venturer, Q dan V Grade) serta Rear Seat Console Tray (semua tipe) dengan port 12V yang bisa digunakan sebagai gadget charger.

Kemewahan pada Venturer dirasakan berkat Black Leather Seat yang memberikan kenyamanan lebih serta suasana kabin yang prestis.

Salah satu highlight pada All New Kijang Innova adalah perubahan mesin untuk menghadirkan kesenangan berkendara sekaligus efisiensi bahan bakar.

Mesin bensin berkapasitas 2.0L tipe 1TR-FE kini didukung dengan teknologi Dual VVT-i yang memberikan efisiensi lebih baik dari generasi sebelumnya. Mesin bensin juga menghadirkan kenyamanan dalam berkendara bagi seluruh penumpang di kabin.

Mesin diesel anyar 2GD-FTV memang dikembangkan sama sekali baru untuk proyek IMV, termasuk Innova terbaru. Masukan dari konsumen serta pengembangan dari para teknisi di Toyota menghadirkan salah satu mesin diesel paling powerful yang dimiliki Toyota dengan kapasitas di bawah 3.000cc.

Performa dahsyat sudah bisa dirasakan sejak putaran mesin rendah. Namun, di saat yang sama, mesin ini pun memberikan efisiensi bahan bakar yang optimal.

Pada semua line-up All New Innova termasuk Venturer, hadir fitur yang umumnya terdapat pada segmen yang lebih tinggi, yakni Drive Mode (ECO/ Power Mode). Pengemudi cukup menekan tombol yang terletak pada konsol tengah untuk mengubah karakter All New Innova dari normal, efisien atau performa dahsyat. [ikh]

 
Embed Widget

x