Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 20 Agustus 2017 | 11:09 WIB

Mobil Terbang Toyota Mengudara di Olimpiade 2020

Oleh : - | Jumat, 9 Juni 2017 | 00:30 WIB
Mobil Terbang Toyota Mengudara di Olimpiade 2020
(Foto: carscoops)
facebook twitter

INILAHCOM, Tokyo - Para teknisi Cartivator yang didukung oleh Toyota Motor Corp pada akhir pekan lalu menunjukkan mobil terbang yang diharapkan bisa mengudara untuk menyalakan api Olimpiade pada seremoni pembukaan Olimpiade Tokyo 2020.

Cartivator Resource Management adalah sebuah kelompok startup yang terdiri 30 teknisi termasuk beberapa karyawan muda Toyota yang mulai mengembangkan mobil terbang 'SkyDrive' sejak tahun 2014 dengan bantuan crowdfunding atau penggalangan dana.

Baca juga: Toyota Jajaki Pembuatan Mobil Terbang?

Kepala Cartivator Tsubasa Nakamura mengatakan, mobil itu masih dalam tahap awal pengembangan. Namun, mereka berharap penerbangan berawak pertama kalinya bisa dilaksanakan akhir 2018.

Selama demonstrasi, model uji saat ini mampu turun dan mengambang di udara selama beberapa detik. Nakamura mengatakan desainnya membutuhkan lebih banyak stabilitas agar prototipe itu mampu terbang lebih cepat dan cukup tinggi guna mencapai api Olimpiade.

Para insinyur Cartivator menciptakan kendaraan terbang itu menjadi mobil listrik terkecil di dunia yang dapat digunakan di daerah perkotaan dan dijual secara komersil pada 2025.

Bulan lalu, Toyota dan kelompok perusahaannya sepakat menginvestasikan 42,5 juta yen dalam proyek tersebut untuk tiga tahun ke depan. Nakamura mengatakan kelompoknya bekerja keras memperbaiki rancangan dengan harapan bisa mendapatkan investasi tambahan dari perusahaan tersebut.

Perusahaan-perusahaan di dunia telah berkompetisi untuk mengembangkan mobil terbang pertama atau kendaraan lepas landas dengan pendaratan vertikal. Uber Technologies Inc berencana mengguanakan layanan taksi terbang pada tahun 2020 di Dallas-Fort Worth, Texas, dan Dubai.

Airbus Group juga sedang mengembangkan mobil terbangnya di bawah divisi yang disebut Urban Air Mobility.

Namun para pembuat 'mobil terbang' akan menghadapi rintangan dan regulasi, termasuk meyakinkan masyarakat bahwa produk itu aman digunakan. Pemerintah pun masih berkutat dengan peraturan pesawat tak berawak dan mobil tanpa sopir, demikian laporan Reuters.

 
x