Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 18 Agustus 2017 | 14:02 WIB

Inggris Ingin Batasi Pengunaan Enkripsi Komunikasi

Oleh : Ibnu Naufal | Kamis, 8 Juni 2017 | 08:45 WIB
Inggris Ingin Batasi Pengunaan Enkripsi Komunikasi
(techcrunch.com)
facebook twitter

INILAHCOM, London - Perdana Menteri Inggris Theresa May telah meminta sejumlah perusahaan teknologi internet untuk memblokir jalur komunikasi ekstremisme.

Menurut dia, internet masih menjadi ajang bagi kaum ekstremis untuk menyebarkan ideologi kekerasan.

Terkait permintaan PM Inggris tersebut, Google, Facebook dan Twitter menyampaikan bahwa mereka telah melakukan banyak hal untuk menangkal penyebaran paham ekstremisme dan terorisme.

Google, misalnya, telah menghabiskan ratusan juta poundsterling untuk mengatasi masalah penyebaran paham ekstremisme dan terorisme. Hal serupa juga dilakukan Facebook dan Twitter. Mereka terus berupaya keras mengikis jaringan teroris di dunia maya yang memakai jasa Facebook dan Twitter.

Untuk diketahui, Google memiliki situs berbagi video seperti YouTube. Sementara itu, Facebook juga memiliki aplikasi WhatsApp. Twitter juga dinilai sebagai media sosial yang banyak dipakai oleh sejumlah akun pendukung terorisme.

Pemerintah Inggris sekali lagi telah meningkatkan serangannya terhadap penggunaan enkripsi end-to-end teknologi, dan meminta kerjasama internasional untuk mengatur Internet sehingga tidak dapat digunakan sebagai 'ruang aman' bagi para ekstrimis untuk berkomunikasi.

Bagian 'perencanaan teroris' adalah referensi untuk masalah yang ditimbulkan oleh enkripsi end-to-end. Enkripsi membuat pengguna tetap aman namun juga membuat pemerintah sulit untuk memantau komunikasi.

Masalahnya sudah lama berjalan. Serangan Westminster dan Manchester membawanya kembali ke perhatian.

Yang sering dilewatkan adalah bahwa Pemerintah Inggris sudah memiliki kekuatan hukum untuk memerintahkan perusahaan untuk memberikan komunikasi yang tidak terenkripsi. Tapi itu tidak pernah memaksakannya.

 
x