Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 12:15 WIB

Suhu Perkotaan Naik 8 Derajat Celcius pada 2100

Oleh : - | Jumat, 2 Juni 2017 | 22:20 WIB
Suhu Perkotaan Naik 8 Derajat Celcius pada 2100
(ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Paris - Para peneliti memperkirakan bahwa suhu di beberapa kota di dunia bisa meningkat delapan derajat Celsius lebih panas pada tahun 2100.

Lonjakan suhu semacam itu disebut dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan penghuni kota dan menekan sumber daya alam yang sudah rentan seperti air. Perkiraan itu didasarkan pada asumsi skenario terburuk bahwa emisi gas rumah kaca terus meningkat sepanjang abad 21, demikian lansir AFP.

Menurut studi yang dipublikasi di jurnal Nature Climate Change, empat kota berpenduduk paling banyak dalam skenario tersebut rentan terkena lonjakan merkuri 7 derajat Celsius atau lebih pada akhir abad ini.

Untuk beberapa kasus, hampir 5 derajat Celsius dari total tersebut akan dikaitkan dengan rata-rata pemanasan global. Sementara sisanya disebabkan oleh dampak Urban Heat Island yang terjadi ketika kesegaran taman, bendungan, dan danau digantikan oleh beton dan aspal, membuat daerah kota lebih panas dibandingkan daerah sekitarnya.

"Lima persen teratas dapat merasakan kenaikan suhu sekitar 8 derajat Celsius atau lebih," kata salah satu penulis penelitian, Francisco Estrada, dari Institute for Environmental Studies di Belanda.

Urban Heat Island secara signifikan meningkatkan suhu kota dan kerugian ekonomi akibat pemanasan global.

Aksi lokal untuk mengurangi Urban Heat Island seperti menanam lebih banyak pohon atau memasang atap pendingin, dapat membuat perbedaan besar dalam membatasi dan mengurangi risiko.

Perkotaan hanya mencakup sekitar 1 persen dari permukaan bumi, tetapi menyumbang 80 persen produk kotor dunia dan sekitar 78 persen energi yang dikonsumsi, menurut para peneliti.

Kota memproduksi lebih dari 60 persen emisi karbon dioksida global melalui pembakaran batu bara, minyak dan gas.

Pada 2015 lalu, dunia sepakat untuk membatasi rata-rata pemanasan global menjadi dua derajat Celsius dari pra-revolusi industri dengan membatasi gas efek rumah kaca di atmosfer bumi.

Peneliti menggunakan data dari 1.692 kota terbesar periode 1950-2015 untuk studi ini.

Komentar

 
Embed Widget

x