Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Mei 2017 | 14:51 WIB

Shell Ajak Perusahaan Pertambangan untuk Berhemat

Oleh : - | Kamis, 18 Mei 2017 | 03:30 WIB
Shell Ajak Perusahaan Pertambangan untuk Berhemat
(ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sebuah studi yang dilakukan Shell Lubricants pada 2015 terhadap perusahaan pertambangan di Asia, Eropa dan Amerika mengungkapkan bahwa banyak perusahaan pertambangan secara signifikan mengabaikan potensi penghematan yang dapat diraih dari proses pelumasan yang efektif.

Hanya 60 persen saja yang mengetahui bahwa mereka dapat mengurangi biaya hingga lebih dari 5 persen, dan kurang dari 10 persen yang menyadari bahwa dampak penghematan dari pelumas bisa mencapai enam kali lebih besar.

Untuk industri di Indonesia sendiri, total potensi penghematan yang telah dihasilkan sebagai bentuk nilai tambah yang Shell berikan kepada pelanggan dalam kurun waktu enam tahun mencapai angka US$6 juta atau rata-rata US$1 juta setiap tahunnya.

Menurut studi Shell Lubricants yang melibatkan 181 responden tersebut, sebanyak 96 persen perusahaan pertambangan telah melaporkan bahwa mereka pernah mengalami berhentinya pengoperasian mesin di luar rencana dalam tiga tahun terakhir ini.

Bahkan lebih dari setengahnya (56 persen) mengakui bahwa hal ini disebabkan oleh ketidaktepatan dalam pemilihan atau pengelolaan pelumas. Kejadian ini tentu saja berdampak langsung pada keuangan perusahaan, terutama di saat daya saing biaya menjadi prioritas banyak perusahaan pertambangan.

"Banyak pebisnis pertambangan yang tidak menyadari bahwa beberapa faktor kritis dari operasional dapat dipengaruhi secara signifikan oleh faktor pengelolaan pelumas," ujar Kristina Unterberger, Mining Sector Marketing Manager PT Shell Indonesia, dalam siaran persnya kepada INILAHCOM.

Dari riset tersebut terungkap bahwa kurang dari setengah responden saja yang menyadari bahwa faktor pelumasan dapat mempengaruhi terjadinya penghentian operasional mesin yang tidak direncanakan. Bahkan 64 persen responden tidak memahami bagaimana perpanjangan waktu penggantian pelumas dapat menghasilkan penghematan biaya.

"Empat puluh persen perusahaan yang berpartisipasi dalam riset ini menyatakan bahwa mereka harus menanggung biaya lebih dari dari US$250 ribu dalam tiga tahun dari penghentian mesin akibat proses lubrikasi yang tidak efektif. Hal ini menggambarkan berapa potensi keuntungan yang bisa diraih jika mereka melakukan kerjasama yang erat dengan produsen pelumas seperti Shell Lubricants untuk meningkatkan kinerja peralatan/mesin yang mereka miliki," ujar Kristina.

Dia mengatakan bahwa pihaknya senantiasa terus menjalin kerja sama yang erat dengan para pebisnis di sektor pertambangan yang ada di Indonesia. Salah satunya melalui forum 'Shell Mining Technology Seminar' yang mengusung tema Unlocking Your Efficiency, pada 17 Mei 2017 di Bali.

"Melalui forum ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa Shell Lubricants Indonesia senantiasa memiliki komitmen untuk menjalin kerjasama yang erat dan dalam jangka panjang dengan para pelaku bisnis di sektor pertambangan. Kami percaya bahwa dengan kerjasama yang erat, kami dapat membantu mitra bisnis kami di industri pertambangan, memahami kebutuhannya sekaligus meningkatkan kinerja bisnis seperti yang ditargetkannya," lanjut Kristina.

Selain memperkenalkan rangkaian produk pelumas Shell Lubricants yang sangat lengkap untuk industri pertambangan di Indonesia, dalam forum ini Shell juga memberikan beberapa contoh sukses dari kerja sama yang telah mereka jalin dengan para pelanggannya di negara lain, termasuk di Indonesia dalam studi kasus penggunaan produk pelumas Shell untuk industri pertambangan.

Sebagai contoh, dalam kerja samanya dengan PT Thiess Contractors Indonesia, Shell Lubricants telah mampu mengidentifikasi adanya potensi penghematan sebesar US$320 ribu dengan penggunaan pelumas Shell Gadus S3 V460D 2 selama empat tahun.

Selain itu, untuk memberikan informasi yang lebih mendalam mengenai banyaknya potensi penghematan biaya yang dapat dilakukan oleh pelaku bisnis pertambangan, Shell Lubricants menerbitkan sebuah laporan resmi mengenai bagaimana pelaku bisnis pertambangan dapat meningkatkan keuntungan melalui praktek pelumasan yang efektif, dimulai dengan pemilihan pelumas yang tepat untuk setiap aplikasi, dan bagaimana mengatur penggunaan pelumas dengan baik. [ikh]

 
Embed Widget

x