Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Juni 2017 | 19:03 WIB

Mengenal Lebih Dalam Virus Ransomware WannaCry

Oleh : Ibnu Naufal | Senin, 15 Mei 2017 | 11:11 WIB
Mengenal Lebih Dalam Virus Ransomware WannaCry
(ist)
facebook twitter

SERANGAN virus jahat ransomware Wanna Decryptor atau WannaCry, telah menjadi isu global yang kian masif diberitakan sejak Jumat (12/5/2017). Di Indonesia pun sudah kedapatan mulai menyerang komputer di dua Rumah Sakit Jakarta.

Serangan tersebut tampaknya telah mempengaruhi sejumlah organisasi di beberapa negara.

Ransomware, yang menuntut pembayaran setelah meluncurkan serangan siber, telah menjadi tren yang meningkat di kalangan peretas.

Apa itu ransomware?

Ransomware merupakan sebuah program yang bekerja dengan cara mengenkripsi data atau file kita yang kemudian dikunci dengan sebuah password. Untuk membuka password tersebut, penjahat siber akan meminta tebusannya.

Seiring dengan kemajuan teknologi komputer, ransomware tidak hanya menyerang personal komputer, namun juga perangkat bergerak seperti smartphone, tablet hingga wearable device.

Bentuk serangan ransomware WannaCry

Alat yang digunakan oleh penjahat siber untuk mengeksploitasi korban bisa bermacam-macam, seperti aplikasi palsu yang telah disisipi program jahat, antivirus palsu hingga menggunakan tautan link dalam halaman web sebagai pancingan.

WannaCry sendiri adalah program ransomware spesifik yang mengunci semua data pada sistem komputer dan membiarkan pengguna hanya memiliki dua file: instruksi tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya dan program Wanna Decryptor itu sendiri.

Saat perangkat lunak dibuka, komputer akan memberitahukan pengguna bahwa file mereka telah di-encryted, dan memberi mereka beberapa hari untuk membayar, dengan memperingatkan bahwa file mereka akan dihapus. Ini menuntut pembayaran di Bitcoin, memberikan petunjuk bagaimana cara membelinya, dan memberikan alamat Bitcoin untuk dikirim.

Pencegahan dari terinfeksi WannaCry,

Untuk melindungi data kita dari serangan ransomware WannaCry, ada beberapa langkah praktis yang dapat kita lakukan, dikutip dari Kominfo berikut langkah praktis yang dapat kita gunakan untuk melindungi data dari serangan ransomware:

Lakukan beberapa langkah berikut untuk tindakan pencegahan dari terinfeksi malware ransomare jenis WannaCry,

1. Cabut koneksi internet WiFi/ LAN

2. Selalu amankan data penting kita dengan menggunakan password yang sulit untuk ditebak.

3. Perbarui Antivirus dan security pada Windows Anda dengan menginstal Patch MS17-010 yang dikeluarkan oleh Microsoft.

4. Apabila kita menggunakan perangkat lunak yang tidak jelas ataupun bajakan, kita harus ekstrawaspada terhadap aplikasi tersebut, resiko perangkat lunak bajakan yang terinfeksi ransomware cukup besar.

5. Ketika mengunjungi sebuah halaman web, hindari mengklik link yang tidak jelas, selalu pelajari tautan tersebut sebelum mengklik ataupun menginstal aplikasi yang berbasiskan web.

Sampai saat ini, Indonesia belum menjadi salah satu negara dengan jumlah serangan ransomware yang masif, negara kita belum menjadi sepuluh besar sasaran serangan program jahat tersebut yang hingga kini sudah lebih dari 36 ribu yang terkena dampaknya di seluruh dunia.

Apa yang harus dilakukan jika Anda menjadi korban. Haruskah membayar uang tebusan?

Korban disarankan untuk tidak pernah membayar uang tebusan karena mendorong penyerang. Bahkan jika korban membayar di sana juga tidak ada jaminan bahwa semua file akan dikembalikan kepada mereka secara bijaksana.

Sebagai gantinya, hal terbaik yang harus dilakukan adalah mengembalikan semua file dari back up. Jika ini tidak mungkin, ada beberapa alat yang bisa mendekripsi dan memulihkan beberapa informasi.

Berapa banyak yang dibutuhkan peretas, dan mengapa harus Bitcoin?

Ransomware sering menuntut pembayaran antara 0,3 hingga 1 Bitcoin (setara Rp4 juta - Rp15 juta), namun dapat meminta pembayaran dalam mata uang dolar namun dilakukan melalui Bitcoin.

Mata uang digital sangat populer di kalangan penjahat dunia maya karena didesentralisasi, tidak diatur dan praktis tidak mungkin dilacak.

Meskipun mungkin terlihat seperti biaya yang kecil, serangan ransomware seringkali didistribusikan secara luas, sehingga pembayaran uang tebusan dapat ditumpuk. [ikh]

 
x