Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 26 Juli 2017 | 09:45 WIB

Polusi Suara Manusia Ganggu Ketahanan Hidup Hewan

Oleh : - | Senin, 8 Mei 2017 | 23:15 WIB
Polusi Suara Manusia Ganggu Ketahanan Hidup Hewan
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, MIAMI - Suara manusia dilaporkan telah mencemari lebih dari separuh wilayah cagar alam di AS, dan pencemaran suara tersebut diklaim dapat mengganggu kemampuan hewan untuk berburu dan bertahan.

Kebisingan terdengar di 492 situs yang ditujukan sebagai tempat keanekaragaman hayati di seluruh negara itu, demikian ungkap laporan di jurnal Science yang rilis pekan lalu.

Para peneliti menemukan bahwa kebisingan tersebut telah melampaui 3 desibel (dB) di 63 persen wilayah yang dilindungi.

Di 21 persen area, polusi suara tercatat 10 desibel lebih tinggi daripada yang seharusnya tanpa pengaruh manusia.

"Itu berarti antara kenaikan dua kali atau 10 kali lipat tingkat suara di atas alam," kata pemimpin penulis Rachel Buxton, yang merupakan seorang ahli biologi konservasi di Colorado State University, AS.

Buxton mengatakan bahwa suara yang ditimbulkan dari manusia mengurangi area tempat suara asli dapat terdengar antara 50 sampai 90 persen.

"Jadi jika Anda dapat mendengar sesuatu pada jarak 30 meter, sekarang Anda hanya dapat mendengarnya dari jarak tiga sampai 15 meter," katanya.

Algoritma komputer digunakan untuk memperkirakan sumber untuk suara asli di sebuah area, berdasarkan fitur uniknya.

Sumber suara tambahan mencakup eksplorasi minyak dan gas, perekahan untuk gas alam timbal dan sejumlah aktivitas pertambangan serta suara lalu lintas sepeda motor dan kendaraan.

Dampak dari suara tambahan tersebut bisa sangat luas.

"Burung akan kesulitan menemukan pasangan, atau spesies mangsa mungkin tidak dapat mendengar predator yang sedang mendekat dan akan lebih cepat dimangsa," ujar Buxton.

"Sekalipun hanya satu spesies yang benar-benar terkena dampak kebisingan secara langsung, tapi dampak ini dapat menyebar ke dalam komunitas ekologi," imbuhnya.

Para peneliti menyatakan penelitian tersebut menunjukkan bahwa meski kerap dianggap sebagai masalah perkotaan, namun polusi suara manusia bisa mencapai jangkauan yang lebih jauh dibandingkan yang sebelumnya dipahami, demikian laporan AFP.

 
Embed Widget

x