Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 September 2017 | 16:24 WIB

Lebih Baik Putus Cinta Ketimbang Smartphone Hilang

Oleh : - | Sabtu, 22 April 2017 | 14:30 WIB
Lebih Baik Putus Cinta Ketimbang Smartphone Hilang
(ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Meski banyak orang yang menyatakan bahwa foto-foto kenangan milik mereka lebih berharga dibandingkan bentuk data lain yang tersimpan di perangkat digital, namun pada kenyataannya mereka rela menjual kenangan berharga tersebut demi sejumlah uang. Demikian berdasarkan hasil penelitian Kaspersky Lab.

Survei menunjukkan bahwa 49 persen responden menganggap foto-foto diri mereka yang bersifat pribadi dan sensitif merupakan data paling berharga yang mereka miliki di perangkat digital, kemudian foto anak-anak serta pasangan mereka.

Bagi mereka, gagasan akan kehilangan kenangan berharga ini dianggap lebih menyedihkan dibandingkan kemungkinan mengalami kecelakaan mobil, berpisah dari pasangan, bertengkar dengan teman atau anggota keluarga.

Sayangnya, ketika dihadapkan pada keputusan untuk menghapus kenangan berharga demi sejumlah uang, mereka dengan rela akan memberikan data-data berharga ini, seperti foto pribadi. Yang mengejutkan, bahkan demi uang sebesar 10,37 euro atau kurang dari Rp150 ribu.

Ketika ditanya, mereka mengatakan bahwa kenangan digital memiliki tempat khusus di hati, mungkin karena kenangan berharga ini dianggap tak tergantikan. Lebih dari dua per lima responden, sebagai contoh, mengatakan bahwa mereka tidak dapat mengganti foto dan video perjalanan mereka (45 persen), anak-anak mereka (44 persen) atau diri mereka sendiri (40 persen).

Survei tersebut menunjukkan bahwa gagasan akan kehilangan kenangan berharga ini dianggap sangat menyedihkan bagi kebanyakan orang.

Pada dasarnya, penelitian terbaru dari Kaspersky Lab ini ingin menunjukkan bahwa masih banyak orang yang sering menilai perangkat serta foto-foto mereka lebih berharga dari pasangan, teman, ataupun hewan peliharaan mereka.

Kaspersky Lab juga menanyakan kepada para responden, seberapa tertekannya mereka dalam berbagai skenario termasuk ketika anggota keluarga sakit, berpisah dari pasangan, kecelakaan mobil, hilangnya foto digital, kontak, dan banyak lagi.

Secara global, anggota keluarga sakit menempati urutan pertama sebagai kejadian paling membuat mereka tertekan yang bisa mereka alami.

Kehilangan atau pencurian perangkat digital dan hilangnya foto-foto digital, berada di peringkat kedua dan ketiga di berbagai wilayah seluruh dunia sehingga membuat kecelakaan mobil, putus dengan pasangan, hari yang buruk di tempat kerja, pertengkaran dengan anggota keluarga dan teman, dan bahkan dalam beberapa kasus, hewan peliharaan sakit, berada di posisi yang lebih rendah dalam hal peristiwa yang membuat mereka merasa tertekan.

Namun, berdasarkan sebuah eksperimen yang dilakukan untuk Kaspersky Lab oleh psikolog media di University of Wuerzburg, Jerman, menunjukkan hasil yang kontradiktif kepada para peneliti; walaupun banyak orang yang mengaku data-data mereka sangat berharga, tetapi mereka juga rela menjualnya demi sejumlah uang.

Para peserta dari eksperimen ini diminta untuk memberikan harga bagi data-data yang tersimpan pada smartphone mereka, termasuk foto keluarga dan teman, informasi kontak dan dokumen pribadi.

Anehnya, harga yang mereka berikan bagi data-data tersebut jauh lebih rendah dari yang diperkirakan, mengingat pernyataan mereka akan kesedihan yang akan dialami jika kehilangan data-data tersebut.

Peserta cenderung memberikan harga yang lebih tinggi bagi rincian keuangan dan pembayaran mereka (rata-rata 13,33 euro atau sekitar Rp190 ribu) daripada bentuk data lainnya. Informasi kontak dianggap rata-rata bernilai 11,89 euro (sekitar Rp170 ribu) dan foto-foto umum hanya dihargai rata-rata 10,37 euro (sekitar Rp148 ribu).

Selanjutnya, eksperimen ini menunjukkan bahwa kenangan yang paling berharga bagi peserta adalah yang paling mungkin dengan rela mereka tukarkan demi sejumlah uang. Saat peserta ditawari pembayaran (berdasarkan jumlah di atas) untuk menghapus data-datanya (tidak ada data yang benar-benar dihapus), seperti foto keluarga dan teman, dokumen pribadi dan foto mereka sendiri termasuk kategori data yang paling sering disetujui untuk dihapus.

Dalam keterangan tertulisnya, Head of Consumer Kaspersky Lab Andrei Mochola mengatakan bahwa eksperimen tersebut menunjukkan kepada kita sebuah hasil yang menarik dan reflektif; meskipun orang-orang percaya bahwa mereka memahami betul nilai dari data-data berharga tersebut, tetapi nilai emosional tidak tercermin dalam tindakan sehari-hari mereka.

Menurut Mochola, di satu sisi orang-orang tampaknya menyadari jenis data apa saja yang penting bagi mereka. Mereka percaya kenangan digital mereka, seperti foto, akan sangat menyedihkan jika hilang.

Namun di sisi lain, mereka memiliki kesadaran yang rendah akan nilai dari data-data berharga tersebut, sehingga memberikan harga yang rendah terhadap data-data yang berharga bagi mereka.

"Orang-orang menyadari bahwa data-data tersebut penting secara emosional, tetapi mereka belum bisa menghargai nilainya. Mereka membutuhkan seseorang yang secara aktif mengingatkan mereka tentang betapa berharganya data-data tersebut sebelum mereka membagikannya, atau mengizinkan seseorang untuk menghapusnya," ungkap Mochola.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai eksperimen dan penelitian tersebut, Anda dapat langsung sambangi tautan berikut ini. [ikh]

 
x