Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Oktober 2017 | 14:45 WIB

Jelang Pilpres

Facebook 'Tertibkan' 30.000 Akun Palsu di Prancis

Oleh : - | Sabtu, 15 April 2017 | 16:16 WIB
Facebook 'Tertibkan' 30.000 Akun Palsu di Prancis
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Paris - Facebook menyatakan telah menertibkan 30.000 akun palsu di Prancis di tengah upaya raksasa jejaring sosial ini menghentikan penyebaran berita bohong atau hoax, misinformasi, dan spam.

Langkah yang ditempuh menjelang putaran pertama Pemilihan Presiden Prancis itu merupakan tindakan paling agresif dilakukan Facebook dengan menonaktifkan akun-akun yang menyalahi ketentuan, ketimbang menunggu datangnya keluhan.

Mengutip Reuters, Facebook berada di bawah tekanan hebat di Eropa setelah pemerintah di seantero benua ini mengancam menerapkan hukum baru dan denda besar kecuali perusahaan media sosial ini bergerak cepat menghilangkan propaganda ekstremis atau konten lain yang menyalahi hukum setempat.

Tekanan kepada media sosial seperti Twitter, YouTube, dan Facebook mengencang menjelang pemilu di Prancis dan Jerman.

Facebook sudah memiliki sebuah program di Prancis untuk menggunakan pemeriksa fakta dari luar untuk memerangi berita palsu pada feed pengguna.

Raksasa jejaring sosial ini juga telah memasang iklan besar-besar di sebuah surat kabar terbesar di Jerman untuk mengedukasi masyarakat bagaimana memerangi berita bohong.

Dalam satu posting blognya, Facebook mengaku tengah menindak 30.000 akun palsu di Prancis. Mereka pun menyatakan akan memprioritaskan penghapusan akun palsu yang aktivitas posting dan audiensnya paling aktif atau paling banyak.

Facebook juga telah memperkuat formula mendeteksi akun-akun palsu yang dikendalikan secara otomatis.

"Kami telah mencapai kemajuan dalam mengenal akun-akun tidak otentik ini secara lebih mudah dengan cara mengidentifikasi pola aktivitas tanpa menilai kontennya," kata Shabnam Shaik, manajer tim keamanan Facebook.

Facebook menggunakan pengenalan pola otomatis untuk mengidentifikasi posting berulang dari konten yang sama dan meningkat dalam pola pesan. Langkah ini diikuti Facebook dengan mempermudah pengguna dalam melaporkan penipuan dan hoax.

Komentar

 
Embed Widget

x