Senin, 24 November 2014 | 01:36 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Merawat Mesin Diesel
Headline
Istimewa
Oleh: M Husni Nanang
Teknologi - Jumat, 18 April 2008 | 14:41 WIB
SELAIN ekonomis, mobil bermesin diesel juga dikenal bandel dan tahan banjir. Apalagi pemilik mobil di daerah seperti Jakarta yang kerap kali tergenang. Tentu saja ketahanan ini berbeda dengan mesin bensin yang rentan terganggu pada sistem pengapian.
Karena itulah, kini pemakaian mesin diesel mulai marak. Namun kadang masih saja ada anggapan yang mengalir bahwa mobil bermesin diesel itu rumit dalam perawatan. Padahal mesin diesel bila dipergunakan untuk jarak jauh, semakin panas semakin bagus.
Ada beberapa kiat untuk menjaga mesin diesel aman melaju. Memang mesin penting, tetapi yang teramat penting adalah orang yang membuat, memelihara dan menjalankannya.

Berikut kiat pemakaian dan perawatan bagi pemilik kendaraan bermesin diesel :

1. Pemakai mobil diesel jangan terburu menjalankan mesin diesel sebelum dilakukan pemanasan. Mesin diesel harus dipanasi sedikitnya lima menit.
2. Yang paling utama adalah jangan sampai tangki solar kosong. Disarankan saat tangki berisi 1/3 dari kapasitas, harus segera diisi kembali. Jika tangki kehabisan solar, pemakai harus memompa injection pump karena sifat solar tidak menguap.
3. Bila terjadi kerusakan parah pada injection pump, sebaiknya langsung dibawa ke
bengkel, jangan melalui montir sembarangan. Perbaikan harus dilakukan di bengkel khusus
mesin diesel.
4. Filter udara harus rajin dibersihkan minimal setiap 20 km. Sebab debu adalah musuh
utama dari mesin diesel. Debu yang masuk ke ruang mesin mempercepat keausan pada ruang bakar karena debu akan menjadi bahan pengasah antara selinder dengan ring piston.
5. Selain filter udara, filter solar juga harus diperhatikan kebersihannya. Bila
rusak harus segera diganti. Jangan ditunda-tunda, harus terbebas dari sampah supaya tidak terjadi penyumbatan.
6. Disamping setiap pagi harus membuang air dari saringan solar maka scara rutin dianjurkan membersihkan saringan solar dan diganti setelah menempuh 16.000 km.
7. Terakhir, Baterey (Accu), kabel- kabel dan busi. Meski mesin disel bisa dihidupkan
tanpa ketiga bagian ini, yakni dengan cara ditarik mobil lain namun hal itu tentu
tidak dilakukan setiap hari. Akan terasa aneh, setiap hari harus ditarik baru mesinnya
hidup.[O1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
satria
Sabtu, 19 Februari 2011 | 11:21 WIB
saya menaggapi pertayaan sdr agus sh :cara menangani mesin dgn baik,yaitu apakah mesin tersebut dalam keeadaan bagus sesuai dari pabrikan pembuat,jika sesuai maka mesin tersebut pasti baik.Tetapi kalau sudah berumur mesin tersebut,atau Recondisi-recondisi tdk sesuai dengan asli dari pabrikan/pembuat,maka mesin tsbt akan selalu mengalami masalah,tks.
agus sh
Rabu, 19 Januari 2011 | 21:35 WIB
bgmn cara nya bs menangani mesin dgn keadaan baik?
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER