Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Mei 2017 | 15:04 WIB

Teknik Sperma Berenang Seperti Rumus Matematika

Oleh : - | Rabu, 22 Maret 2017 | 15:00 WIB
Teknik Sperma Berenang Seperti Rumus Matematika
(Foto: dailymail)
facebook twitter

INILAHCOM, London - Sebuah studi terbaru mengungkap bagaimana sperma seseorang berenang, melawan segala rintangan, mencapai sel telur, dan para peneliti mengatakan bahwa semua itu berkaitan dengan irama.

Mengutip BBC, tim peneliti dari Inggris dan Jepang menemukan bahwa kepala dan ekor gerakan sperma membuat pola yang mirip dengan bidang yang terbentuk di sekitar magnet. Dan semua ini membantu untuk mendorong sperma menuju sel telur.

Mengetahui mengapa beberapa sperma berhasil dan yang lainnya gagal bisa membantu untuk merawat infertilitas pria, kata para peneliti.

Lebih dari 50 juta sperma memulai perjalanan untuk membuahi sel telur ketika seorang laki-laki dan perempuan melakukan hubungan seks.

Sekitar 10 juta di antaranya bisa mencapai tuba fallopi, namun hanya satu yang bisa membuahi.

Perjalanan ini berbahaya, demikian menurut penulis studi, Dr Hermes Gadelha.

"Setiap kali seseorang mengatakan kepada saya bahwa mereka memiliki seroang bayi, saya pikir itu adalah salah satu keajaiban terbesar, namun tak ada seorang pun yang menyadarinya," kata Dr Gadelha yang juga merupakan dosen matematika terapan di University of York, Inggris.

Ia beserta dan timnya mengukur detak ekor sel sperma individu untuk mencoba memahami aliran cairan di sekitar sperma.

Ternyata hal itu 'sesederhana rumus matematika' yang menjelaskan pola ritme yang diciptakan, kata Dr Gadelha.

Dan gerakan ini membantu sel sperma yang dipilih bergerak maju menuju sel telur perempuan.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Physical Review Letters menyebut, langkah berikutnya adalah dengan menggunakan model untuk memprediksi seberapa besar jumlah sperma yang bergerak.

Prof Allan Pacey, seorang pakar sperma dari University of Sheffield, Inggris, mengatakan bahwa sperma yang sukses lebih dari sekedar tentang kecakapan dalam berenang.

"Semakin banyak kita tahu tentang sperma maka hal itu semakin baik. Hal ini dapat membantu pengobatan infertilitas dalam beberapa cara kecil tapi ada banyak faktor lain yang perlu dipertimbangkan juga," ujarnya.

Hal ini termasuk jumlah sperma yang tersedia, membuat sperma berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat pula dan DNA yang ada pada kepala sperma.

Ketika seorang pria mengalami ejakulasi, ada sekitar 50 juta sampai 150 juta sperma yang diproduksi, dan sel-sel ini segera berenang menuju saluran tuba falopi perempuan.

Namun, ini bukanlah perjalanan yang mudah, ada banyak rintangan untuk mengatasi untuk sel kelamin laki-laki, yang panjangnya hanya 0,065mm.

Hanya satu sperma yang dapat menembus sel telur perempuan dan memupuknya, jadi perlombaan masih akan terus berlangsung.

Pertama, mereka harus bertahan hidup dalam vagina, di mana kondisinya hampir sekarat. Kemudian mereka harus menghindari jalan buntu dan terjebak sebelum mencapai rahim.

Dalam perjalanan mencapai saluran tuba fallopi, sperma-sperma ini juga menghadapi sel-sel darah putih yang siap untuk merenggut dan membunuh mereka.

Akhirnya, sisa sperma tiba di tuba fallopi, tempat di mana mereka mendapat asupan.

Tetapi, apakah sel telur yang dilepaskan berada pada waktu yang tepat untuk menyambut sperma yang menang? Jika tidak, semua itu sia-sia.

 
Embed Widget

x