Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Juni 2017 | 12:18 WIB

China Evaluasi Kebijakan Mobil Listrik

Oleh : Ibnu Naufal | Selasa, 7 Maret 2017 | 14:30 WIB
China Evaluasi Kebijakan Mobil Listrik
(bloomberg)
facebook twitter

INILAHCOM, Beijing - Pemerintah China kini tengah mempertimbangkan sejumlah kebijakan yang telah diajukan guna mendorong para manufaktur otomotif untuk memproduksi kendaraan bertenaga listrik lebih.

Sikap itu dikeluarkan setelah Pemerintah China menerima feedback dari industri otomotif yang menyatakan bahwa sejumlah target terlalu ambisius.

Berdasarkan rancangan undang-undang yang akan direalisasikan pada September mendatang, nantinya para manufaktur otomotif akan diminta untuk memenuhi nilai kredit kendaraan dengan energi terbarukan sebesar 8% pada tahun mendatang yang merupakan hasil dari bobot yang berbeda dari berbagai tipe kendaraan beremisi rendah maupun kendaraan tanpa emisi.

Tentu saja, perusahaan yang gagal memenuhi persyaratan tersebut akan dikenai denda atau harus membeli kredit dari para perusahaan yang mampu melampaui nilai minimum kredit.

China Association of Automobile Manufacturers mengungkapkan bahwa rata-rata produksi kendaraan bertenaga energi terbarukan hanya mencapai 3% dari nilai kredit yang diharapkan atau lebih rendah 5 persentase poin dari target 2018 tersebut.

Menteri Bidang Industri dan Teknologi Informasi, Miao Wei, menyatakan kepada Bloomberg News dalam sebuah wawancaranya di Beijing, Minggu lalu, bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan untuk menurunkan persyaratan kredit atau menunda pelaksanaan kebijakan tersebut.

"Kami masih bekerja terhadap regulasi tersebut," jelas Miao di sela-sela pembukaan sesi tahunan National Peoples Congress. "Mungkin akan selesai sekitar Mei atau Juni," imbuhnya.

Penurunan persyaratan kredit atau penundaan pelaksaaan kebijakan tersebut dapat memberikan tambahan waktu bagi para manufaktur otomotif termasuk Volkswagen AG dan General Motor Co untuk meningkatkan produksi mobil listrik mereka.

Namun, kondisi akan merugikan para pemasok seperti Contemporary Amperec Technology Co yang mengandalkan kebijakan pemerintah terkait subsidi dan target efisiensi bahan bakar yang mendorong permintaan terhadap baterai lithium-ion yang menjadi sumber utama bagi model kendaraan dengan energi terbarukan.

 
Embed Widget

x