Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 September 2017 | 07:23 WIB

Cheetah Nyaris Terancam Punah

Oleh : - | Selasa, 14 Februari 2017 | 04:55 WIB
Cheetah Nyaris Terancam Punah
(nationalgeographic.com)
facebook twitter

INILAHCOM, New York - Mamalia darat tercepat di dunia ini mengarah menuju kepunahan, dengan sensus cheetah terakhir menunjukkan bahwa kucing besar yang mana jumlahnya sudah semakin sedikit.

Menurut Luke Hunter, presiden dan CCO untuk Panthera, organisasi konservasi kucing liar dunia, jumlah tersebut mungkin menurun dengan bertambahnya persentase sejumlah 53% selama 15 tahun ke depan.

"Benar-benar berbahaya. Itu penurunan yang sangat pesat, dan Anda harus benar-benar terjun dan ikut campur tangan dalam hal tersebut," ujar Hunter seperi dilasir National Geographic.

Saat ini, ada sekitar 7.100 cheetah yang tersisa di alam liar, menurut penelitian terbaru yang dipublikasi dalam Proceedings of the National Academy of Sciences. Jumlah itu menurun dari perkiraan 14.000 cheetah di tahun 1975, ketika para peneliti membuat penghitungan komprehensif terakhir terhadap satwa di seluruh benua Afrika.

Di samping itu, menurut Hunter, persentase cheetah menurun dari 91% dari kisaran sejarah yang ada. Kucing besar itu pernah menyebar hampir ke seluruh wilayah Afrika dan sebagian besar Asia, namun populasi mereka sekarang terbatas terutama di enam negara Afrika, yakni Angola, Namibia, Zimbabwe, Botswana, Afrika Selatan, dan Mozambique.

Satwa ini sudah hampir punah di Asia, dengan kurang dari 50 individu tersisa di salah satu tempat terpencil di Iran.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, para peneliti mendesak agar status cheetah berubah dari 'rentan' menjadi 'terancam punah' pada IUCN Red List.

"Binatang karnivora besar ini, ketika jumlah mereka menurun pada jumlah rata-rata, kemudian kepunahan menjadi mungkin," ujar Hunter.

 
Embed Widget

x