Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 18 Agustus 2017 | 14:02 WIB

Asma Pengaruhi Kehidupan Seks Para Pengidapnya

Oleh : - | Selasa, 14 Februari 2017 | 02:35 WIB
Asma Pengaruhi Kehidupan Seks Para Pengidapnya
(thehealthsite.com)
facebook twitter

INILAHCOM, London - Lembaga yang menangani masalah asma di Inggris, Asthma UK, mengungkapkan banyak penderita asma yang berjuang mengatasi pengaruh yang ditimbulkan penyakit terhadap kehidupan seks mereka.

Lebih dari dua pertiga penderita asma, atau sekitar 68%, yang menanggapi studi lembaga ini mengatakan bahwa kehidupan seks mereka secara langsung dipengaruhi oleh kondisi mereka.

Callie-Anne, 31 tahun, menuturkan kehidupan seks dengan suaminya 'tertahan' karena penyakit asmanya yang parah.

Lembaga tersebut mengatakan hal itu mungkin merupakan pertanda bahwa penyakit yang diidap oleh orang-orang tersebut tidak dikontrol dan mereka harus berkonsultasi.

Callie-Anne mengatakan dirinya tidak terkejut dengan hasil studi tersebut karena 'orang-orang cenderung diam dengan penyakit asma yang diderita'.

"Mereka tidak membicarakannya. Saya beberapa kali ditanya soal bagaimana penyakit itu mempengaruhi anak-anak, pekerjaan, kuliah, kehidupan sosial saya oleh para dokter, konsultan, petugas kesehatan dan bahkan orang-orang yang hadir dalam forum-forum yang membahas tentang asma," ujarnya seperti dilansir BBC.

"Sangat jarang ada yang bertanya bagaimana hal itu mempengaruhi hubungan saya dengan suami dan tak ada seorang pun yang menanyakan bagaimana hal itu mempengaruhi bagian intim dari hubungan kami," imbuh Callie-Anne.

Namun, ia mengatakan kondisinya memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan cintanya.

"Saya seringkali mengalami asma selama hubungan seks berlangsung dan rasanya dada saya akan meledak karena saya udara tidak bisa keluar dari paru-paru saya. Saya harus berhenti sejenak untuk mengambil inhaler dan bernapas."

"Ini bisa benar-benar memalukan dan frustasi dan untuk waktu yang lama setelah saya didiagnosis saya terlalu takut untuk melakukan hubungan intim," paparnya.

Lembaga yang menangani masalah asma mengatakan sejumlah responden mengamini pengalaman Callie-Anne dan mengurangi frekuensi hubungan seks atau berhenti sama sekali.

Hampir setengah dari 544 orang (46%) yang merespon studi Asthma UK itu mengatakan mereka akan lebih percaya diri secara seksual jika mereka tidak menderita asma.

Studi juga menemukan hanya 15% yang merasa bahwa penyakit asma yang mereka derita menyebabkan berakhirnya sebuah hubungan. Seorang responden mengungkapkan bahwa hubungan asmaranya berakhir di ambulans.

"Karena pacar saya mengatakan saya menyebabkan ia stres dan ia tidak bisa mengatasinya. Saya akhirnya pergi ke rumah sakit sendirian," ujar responden tersebut.

Sejumlah orang juga mengatakan bahwa mereka dirawat di rumah sakit akibat orgasme yang memicu serangan asma, sementara lainnya melaporkan bermasalah saat melakukan melakukan oral seks karena kesulitan bernapas.

 
Embed Widget

x