Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 12:37 WIB

Inilah 7 Aturan Bermain Gadget untuk Anak

Oleh : - | Senin, 30 Januari 2017 | 04:00 WIB
Inilah 7 Aturan Bermain Gadget untuk Anak
(ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Memberikan gadget, seperti smartphone atau tablet, pada anak tanpa pengawasan yang memadai dari orang tua bisa jadi membuat mereka kecanduan.

Oleh karena itu, jika sudah memutuskan memberikan gadget pada anak, maka orangtua harus mempersiapkan aturan main agar sang anak tidak ketergantungan pada gadgetnya.

Berikut tujuh aturan bermain gadget untuk anak yang disarankan oleh Annelia Sari Sani, psikolog anak dari Tiga Generasi:

1. Maksimal dua jam

Annelia menyarankan anak di atas dua tahun paling banyak menghabiskan waktu di depan gadget (termasuk televisi dan komputer) selama dua jam. Selebihnya, anak harus tetap merasakan bermain di luar rumah untuk belajar berinteraksi, berkomunikasi, dan juga mengenali emosi.

"Anak belajar dari pengalaman, terutama yang bersentuhan langsung dengan dirinya," kata Annelia.

Misalnya, anak dapat mengenali tekstur rumput dan pasir, yang selama ini ia lihat melalui permainan di gadgetnya.

Sementara itu, untuk anak berusia di bawah dua tahun sebaiknya tidak diperkenalkan pada gadget sama sekali.

2. Orangtua tidak gaptek

Orangtua sebaiknya menguasai cara mengoperasikan gadget yang akan dipakai anak. Coba semua aplikasi dan permainan yang akan diberi ke anak, untuk melihat bahwa semua sesuai dengan usia anak.

3. Dampingi anak

Selalu dampingi anak ketika sedang bermain gadget. Sesekali diskusikan apa yang ia lakukan di dunia maya, untuk menjalin komunikasi.

Mendampingi anak bermain gadget berarti mengawasi apa yang ia kerjakan dengan gadget tersebut, bukan hanya duduk di samping anak lalu sibuk dengan perangkat milik sendiri.

4. Ajari etika dunia maya

Anak-anak yang memiliki gadget akan berinteraksi dengan orang lain baik melalui pesan singkat atau media sosial. Sebaiknya ajari cara berinteraksi dengan orang-orang yang ada di daftar pertemanannya.

Beri pemahaman pada anak bahwa tidak semua teman di media sosial berusia sama dengannya. Misalnya, ketika membalas komentar dari paman, gunakan bahasa yang semestinya walaupun tidak bertemu langsung.

5. Diskusi

Ketika mendapati konten yang tidak sesuai dengan usia anak, beri ia pemahaman bahwa ia tidak boleh melihat yang seperti itu. Begitu juga ketika melihat informasi yang tidak baik, tanya pendapat anak tentang informasi tersebut dan ajak ia berdiskusi.

Beri juga pemahaman pada anak untuk tidak sembarangan memberikan identitas seperti nama lengkap, alamat sekolah, alamat rumah, dan nama orangtua kepada orang yang tidak dikenal.

Orangtua pun demikian, hindari mengumbar identitas anak secara berlebihan di dunia maya. Misalnya, berfoto di depan sekolah anak sambil memberi alamat lengkap (baik berupa penjelasan atau memakai fitur lokasi), untuk mencegah kejahatan pada anak.

6. Tidak bawa gadget saat main

Biasakan anak main di luar tanpa membawa gadget agar ia menikmati kualitas bermain di luar rumah, begitu juga ketika ia bermain ke rumah teman.

Berikan mereka pemahaman, misalnya khawatir gadget jatuh saat bermain sepeda, tertinggal, atau bisa terjatuh bila bermain sepeda sambil mengangkat telepon.

7. Zona bebas gadget

Terapkan juga aturan zona bebas gadget di rumah, misalnya di meja makan. Orang tua harus konsisten memberi contoh kepada anak bahwa tidak boleh bermain gadget saat sedang makan.

Biasakan tidak membawa gadget ke kamar dan anak tidak boleh bermain gadget di kamar sebelum tidur.

Caranya, siapkan satu tempat di luar kamar sebagai 'gadget station'. Ajari mereka untuk menaruh gadgetnya di tempat itu dalam keadaan mati, sebelum pergi tidur. Orang tua pun demikian, menaruh gadgetnya di tempat itu. [tar/ikh]

Komentar

 
x