Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 29 Juni 2017 | 07:29 WIB

Mobil Listrik UPI Jajal Sirkuit Ferrari di Italia

Oleh : - | Jumat, 9 Desember 2016 | 09:09 WIB
Mobil Listrik UPI Jajal Sirkuit Ferrari di Italia
(ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Maranello - Tim Bumi Siliwangi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung membuktikan kemampuannya dalam menciptakan mobil masa depan berenergi baterai elektrik, yang tak hanya mampu berlari cepat tapi juga efisien dalam penggunaan bahan bakar.

Hal ini terjadi saat mobil terbaru karya mereka yang diberi nama Turangga Cheta Ev4 mampu melaju di lintasan balap 'Fiorano Circuit' milik Ferrari di Maranello, Italia, pada 7 Desember lalu.

Meluncur dengan kecepatan sekitar 60 km/jam, mobil Tim Bumi Siliwangi yang berbobot 80 kilogram ini sanggup menempuh lintasan sirkuit Fiorano dalam sebuah event hasil kerja sama inovasi antara Ferrari dan Shell bertajuk 'Most Efficient Lap'.

Tim Bumi Siliwangi sebagai pemenang Shell Eco-marathon Drivers World Championship London pada Juli 2016 lalu, diundang ke sirkuit Fiorano, sebuah sirkuit terkemuka dunia milik Ferrari, untuk menguji efisiensi bahan bakar di test track yang legendaris ini.

Untuk pertama kalinya, ajang 'Most Efficient Lap' dilakukan di Fiorano Circuit, dimana Ferrari membuka track test drive-nya untuk digunakan menguji kendaraan yang bukan buatan/produksi Fiat-Chrysler Group.

Selain Tim Bumi Siliwangi, ada empat tim lain yang diundang ke ajang ini yaitu para pemenang Shell Eco-marathon Eropa 2016 yang masing-masing membawa mobil karyanya.

Mereka adalah Arc Team (Swiss) dan H2polit O (Italia), yang memboyong mobil UrbanConcept karyanya yang menggunakan sumber energi ethanol, Schluckspecht (Jerman) dengan mobil prototype baterai elektrik, dan Microjoule La Jaliverie (Perancis) juga dengan mobil protoype bensin (gasoline).

Keseluruhan tim yang diundang ke ajang ini mendapatkan tips dan trik langsung dari Marc Gene, test driverTim F1 Scuderia Ferrari sekaligus pemenang Le Mans 24 Hours (2009) menjelang pengujian mobil.

Ramdhani, pengemudi Tim Bumi Siliwangi menjadi orang Indonesia pertama yang menguji coba track Fiorano Circuit dengan menggunakan mobil hasil karya timnya.

Sebelumnya, dengan mengendarai Turangga Cheta Ev3, dia juga telah merasakan track jalan raya di Kota Manila, Filipina, yang digunakan di ajang Shell Eco-marathon Asia 2016 dan menjajal track lintasan Queen Elizabeth Olympic Park, London saat berlaga di Shell Eco-marathon Drivers World Championship London, Juli lalu.

Menurut Ramdhani, dapat mengendarai Turangga Cheta Ev4 langsung di sirkuit balap uji coba milik Ferrari yang permukaannya kasar sangat menantang kreativitasnya untuk bisa mencapai efisiensi yang maksimal.

"Ini berbeda dengan lintasan jalan raya Luneta Park, Filipina yang cenderung lurus dan nyaris tanpa tikungan. Demikian juga dengan lintasan Queen Elizabeth Olympic Park, London yang memiliki tanjakan terjal yang berbeda dengan lintasan Fiorano Circuit. Mengemudi di tiga lintasan yang berbeda akan menjadi pengalaman yang berharga bagi tim kami untuk dapat membuat mobil yang lebih inovatif dan efisien di masa mendatang," ungkapnya.

Lebih jauh Ramdhani mengatakan bahwa selama kurang dari seminggu bersama Scuderia Ferrari menjadi hal yang tak akan terlupakan bagi mereka. Sebagai calon insinyur, menurutnya, pelajaran dan nasihat yang diberikan dari beberapa insinyur terbaik dunia bagaikan mimpi yang menjadi kenyataan.

"Kami adalah sebuah tim mahasiswa dari Indonesia dan Shell Eco-marathon telah memberikan kesempatan yang luar biasa untuk menampilkan mobil dan usaha kami di panggung internasional. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Shell dan Ferrari yang membuat semuanya menjadi mungkin," ucap Ramdhani.

Selain mendapatkan kesempatan untuk melakukan tes di lintasan sirkuit milik Ferrari, Tim Bumi Siliwangi juga berkesempatan untuk berdialog langsung dengan tim teknis Scuderia Ferrari, yang merupakan divisi mobil balap Ferrari khusus untuk balapan Formula 1.

Pada kesempatan itu, tim mengisahkan proses pembuatan mobil baterai elektriknya, mulai dari konsep hingga proses uji coba dan akhirnya berhasil tes di lintasan Fiorano Circuit, Italia.

"Sebuah kebanggaan bagi kami dapat berbagi pengetahuan tentang mobil baru kami yaitu Turangga Cheta Ev4 di hadapan tim teknis dari produsen Ferrari yang telah merajai balapan mobil sekelas Formula 1. Hadiah kemenangan ini sangatlah berkesan dan berharga, karena kami dapat belajar banyak mengenai bagaimana menciptakan sebuah mobil yang tak hanya indah dipandang mata, tetapi juga mampu dipacu secepat mungkin dengan bahan bakar yang efisien," ujar Amin Sobirin, Manager Tim Bumi Siliwangi.

Sementara itu, General Manager Shell Eco-marathon Norman Koch mengatakan bahwa tujuan utama dari Shell Eco-marathon adalah menginspirasi para insinyur dan pemimpin ilmiah untuk merancang mobilitas masa depan dengan cara yang memungkinkan, lebih banyak orang untuk bergerak dan tetap bergerak dengan menggunakan energi yang lebih sedikit.

"Dari pengalaman unik bersama Scuderia Ferrari ini, tentunya tim Bumi Siliwangi Team 4 dari Indonesia telah mendapatkan pengetahuan yang akan membantu mereka untuk meningkatkan kemampuannya dalam menghadapi Shell Eco-marathon Asia 2017," papar Koch.

Namun yang lebih penting, lanjutnya, Tim Bumi Siliwangi telah mendapatkan pengalaman dari tangan pertama mengenai semangat dan dedikasi untuk meraih hasil cemerlang dari Tim Scuderia Ferrari, yang tentunya akan memotivasi dan menginspirasi mereka dalam setiap usahanya di masa mendatang.

"Sekali lagi selamat kepada tim Bumi Siliwangi Team 4 untuk seluruh usahanya sepanjang tahun 2016 ini dan kami berharap dobrakan atas batas-batas inovasi lebih jauh di ajang 2017 mendatang," ujar Koch.

Dengan pengetahuan dan pengalaman dari Scuderia Ferrari, Tim Bumi Siliwangi akan membawa bekal pembelajaran ini untuk dipraktekkan di Shell Eco-marathon Asia 2017 mendatang.

Shell Eco-marathon Asia ke-8 tersebut akan berlangsung untuk pertama kalinya di Singapura di acara 'Make The Future Singapore' yang akan berlangsung pada 6-19 Maret 2017.

Ini adalah sebuah acara publik empat hari yang menampilkan ide-ide cemerlang tentang energi dan solusi yang membahas tantangan energi global, yaitu bagaimana menghasilkan lebih banyak energi yang rendah CO2.

 
Embed Widget

x