Find and Follow Us

Selasa, 20 Agustus 2019 | 19:33 WIB

Riset Kaspersky

Smartphone Bikin Otak Membusuk, Memori Terhapus

Selasa, 6 Oktober 2015 | 21:30 WIB
Smartphone Bikin Otak Membusuk, Memori Terhapus
(Foto: ibtimes)

INILAHCOM. London -- Ketergantungan pada smartphone ternyata membuat otak kita membusuk, dan seluruh memori terhapus, demikian kesimpulan penelitian Kaspersky Lab.

Smartphone, lanjut hasil penelitian perusahaan jasa keamanan itu, membuat kita lebih sedikit menggunakan otak dibanding yang dilakukan nenek moyang kita.

Perangkat komunikasi itu, dengan akses ke internet yang kian canggih, sangat mempengaruhi kemampuan otak penggunanya menyimpan memori jangka panjang.

"Berapa nomor telepon yang bisa Anda ingat saat ini," tanya seorang psikolog yang terlibat dalam penelitian itu.

"Pasti tidak banyak. Jika Anda dibesarkan sebelum ponsel menjadi mainstream, Anda pasti tahu nomor telepon rumah, dan nomor telepon tekan-tekan dekat Anda. Mungkin jumlah nomor yang Anda ingat bisa mencapai belasan," kata psikolog itu.

Bagaimana dengan mereka yang dibesarkan di era digital, dan ketika ponsel menjadi mainstream? Bukan tidak mungkin mereka tidak ingat lagi alamat rumah.

Kaspersky Lab sampai pada kesimpulan ini setelah melakukan studi internasional, dengan melibatkan 6.000 konsumen usia 16 tahun dan lebih tua di negara-negara Eropa. Sebanyak 47 persen dari responden, semuanya pengguna handphone, tidak ingat lagi nomor telepon rumah masa kecil mereka.

Sebanyak 49 persen tidak bisa mengingat nomor telepon pasangan, 57 persen tidak dapat mengingat nomor telepon kantor mereka. Di antar mereka yang telah memiliki anak, 71 persen tidak dapat mengingat nomor telepon anak-anak mereka.

Lebih buruk lagi, ketika mereka diminta menjawab pertanyaan, 36 persen dari semua responden lebih suka membuka internet untuk mencari jawaban. Mereka menolak mencari di perpustakaan, atau mencoba mengingat-ingat. Jumlah ini meningkat menjadi 40 persen di kalangan responden usia 45 tahun.

Setelah menemukan jawaban atas satu pertanyaan di Internet, 24 persen tidak bisa mengingatnya lagi kendati baru beberapa menit mematikan smartphone. Sebanyak 12 persen berasumsi informasi akan selalu tersedia bagi mereka untuk akses masa depan.

Kaspersky melibatkan peneliti dari UCL Institute of Cognitive Neuroscience dan University of Birmingham. Psikolog menyebut mereka yang tidak ingin repot-repot menghafal fakta dan informasi, dan merugikan otak sendiri, sebagai pengidap digital amnesia.

"Penelitian sebelumnya menunjukan mengingat informasi adalah cara sanga efisien untuk membuat memori permanen," kata Dr Maria Wimber, dari University of Birmingham's School of Psychology, seperti dikutip situs ibtimes.co.uk.

"Kini, otak pengguna smarphone bisa mengingat hal baru tapi pada saat sama kehilangan ingatan yang tidak relevan, dan dianggap mengganggu," lanjutnya.

Menariknya, memasukan memori secara pasif ke dalam otak -- misal dengan berulang kali melihat Internet -- tidak membuat otak kita solid dan menahan jejak memori.

Berdasarkan penelitian ini, trend mencari informasi lewat intenet menimbulkan pencegahan penumpukan memori untuk jangka panjang. Dengan kata lain, pengguna ponsel mengalami penyakit pendek ingatan.

Para psikolog mengatakan otak punya keterbatasan. Ketika informasi baru diserap, informasi lama bisa saja hilang agar otak punya ruang untuk menyimpan. Namun, ketika kita mengandalkan perangkat smartphone terlalu banyak, fungsi otak sebagai penyimpan menjadi hilang.

Penelitian juga menemukan hampir 53 persen pengguna smartphone mengatakan perangkat yang mereka miliki menyediakan semua kebutuhan informasi, dan mereka tidak perlu mengingat apa pun. Sebanyak 38 persen mengatakan mereka akan sangat panik ketika ternyata data mereka hilang, atau akses Internet kacau.

Sebanyak 40 persen wanita usia 16 sampai 24 tahun mengatakan akan merasa sedih jika sesuatu terjadi pada smartphone miliknya. Alasannya, mereka menyimpan semua memori di smartophone bukan di otak mereka.

Jika demikian, menurut Kaspersky Lab, pastikan data yang tersimpan di smartphone terlindung. Konsumen smartphone juga dianjurkan melindungi data yang tersimpan secara online.

Komentar

Embed Widget
x