Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 27 Februari 2015 | 22:14 WIB
Hide Ads

'Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines Misterius'

Oleh : Ikhsan nathabradja | Sabtu, 8 Maret 2014 | 14:10 WIB
'Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines Misterius'
(CNN)

INILAHCOM, New York - Hilangnya pesawat Boeing 777-200 dengan nomor penerbangan MH370 milik Malaysia Airflight, Sabtu (8/3) dini hari, dinilai misterius oleh pakar penerbangan AS.

Pesawat hilang kontak pada posisi yang seharusnya merupakan titik teraman dalam seluruh rangkaian perjalanan, demikian menurut pakar penerbangan Richard Quest.

"Dua jam setelah lepas landas, digolongkan sebagai bagian cruise atau 'pesiar' dalam penerbangan. Tahapan ini merupakan titik paling aman dari seluruh rangkaian penerbangan," ujar Quest seperti dilansir CNN.

Ia mengatakan bahwa rangkaian penerbangan dapat dibagi menjadi beberapa tahap, yakni tahapan taxii di landasan, lepas landas, naik (climb-up), dan pesiar (cruise).

"Cruise merupakan tahap penerbangan yang paling aman. Tidak ada yang harus dilakukan di ketinggian ini, bisa menggunakan pilot otomatis, hanya perlu ada koreksi kecil dan perubahan, pesawat ada terbang tinggi," kata Quest.

"Karenanya ini sangat serius bahwa terjadi sesuatu dalam tahap penerbangan cruise," imbuhnya.

Quest yang juga pernah bekerja di Malaysia Airlines, mengatakan bahwa pesawat Boeing 777-200 milik Malaysia Airlines yang dilaporkan hilang itu, baru berumur 11 tahun. Pesawat ini hadir dengan dua mesin jet besutan Rolls-Royce.

"Itu bukan pesawat tua. Malaysia punya 15 unit pesawat seperti ini dalam armadanya. Ini operator yang sangat berpengalaman dengan jenis pesawat ini," kata Quest.

Selain itu, Malaysia Airlines juga dikenal sebagai salah satu maskapai penerbangan dunia dengan catatan keamanan yang baik."

Masalah tekanan udara

Sementara itu, mantan penyidik di Badan Keamanan Transportasi Nasional (NTSB) AS Greg Feith mengatakan, pilot masih dapat melakukan komunikasi meskipun ada kegagalan mesin pesawat.

"Pesawat yang telah tersertifikasi wajib memiliki baterai cadangan. Mereka masih harus bisa menggunakan instrumen tertentu dan alat komunikasi di pesawat untuk mendarat dengan aman," katanya

"Pesawat bisa saja kehilangan tenaga, karena bisa juga dua mesin pesawat tak bekerja, namun kini ada baterai cadangan, yang bisa bekerja untuk waktu tertentu, untuk situasi darurat." imbuhnya.

Ia pun menduga bahwa ada kemungkinan terjadinya masalah terkait tekanan udara selama penerbangan.

"Jika Anda menghadapi masalah tekanan tinggi udara di ketinggian, ini adalah tekanan bencana dekompresi, kesadaran yang berguna (ketika pilot dapat bergerak dengan pasokan oksigen tak memadai) di ketinggian 30.000 sampai 40.000 kaki adalah hitungan detik," terangnya.

Namun, Quest tidak menampik ada kemungkinan pesawat melakukan pendaratan darurat, namun kemungkinannya sangat kecil.

"Itu bisa saja (pesawat melakukan pendaratan darurat), tapi kecil kemungkinan terjadi karena kita saat ini tidak sedang membicarakan tentang pesawat Cessna. Kita pun sedang bicara tentang penerbangan jarak jauh dari pesawat berbadan lebar," jelasnya lagi.

Sebelumnya dilaporkan bahwa pesawat Boeing 777-200 milik Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 telah hilang kontak pada Sabtu pukul 02.41 waktu Malaysia (01.41 WIB). Pesawat naas ini lepas landas dari Kuala Lumpur pada Sabtu pukul 00.41 dan dijadwalkan mendarat di Beijing pukul 06.30 di hari yang sama.

Lokasi kontak terakhir hilangnya pesawat yang membawa 227 penumpang dan 12 awak kabin ini diperkirakan berada di wilayah udara Vietnam.

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.