Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 25 Mei 2016 | 08:19 WIB
Hide Ads

Perluas Pasar di Indonesia, Fujitsu Targetkan UKM

Oleh : Ikhsan nathabradja | Jumat, 13 Desember 2013 | 09:30 WIB
Perluas Pasar di Indonesia, Fujitsu Targetkan UKM
Presiden Direktur Fujitsu Indonesia Achmad S Sofwan - inilah.com/ikhsan
facebook twitter

INILAH.COM, Lombok - Penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi, Fujitsu, menegaskan keinginan memperkuat layanan di Indonesia. Seperti apa?

Untuk memperkuat layanannya itu, perusahaan asal Jepang tersebut akan memperluas pasar dengan menjadikan SME (small medium enterprise) atau usaha kecil menengah (UKM) sebagai target utamanya.

"Selain telah menyiapkan antisipasi untuk menjawab megatrend IT, kami juga akan fokus pada penyediaan solusi ICT untuk SME," kata Presiden Direktur Fujitsu Indonesia Achmad S Sofwan dalam Fujitsu Media Gathering 2013 di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Pada segmen itu masih banyak yang melihat solusi ICT dari perspektif produk, sementara tantangan yang mereka hadapi kian kompleks seiring bertumbuhnya bisnis mereka.

"Edukasi terhadap solusi ICT yang cerdas masih sangat diperlukan karena penetrasinya sangat rendah, dan itu menjadi tantangan bagi Fujitsu untuk mendorong mereka mengimplementasikan solusi," ungkap Achmad.

Menurutnya, komputasi awan (cloud), enterprise social, dan big data masih akan menjadi tren utama dunia teknologi informasi dan perlu diantisipasi dengan solusi cerdas.

Dengan portfolio yang luas yang dihadirkan unit bisnis Aplication Services, Enterprise Solution, Infrastruktur Services & Solution (ISS), dan Managed Services, Fujitsu optimistis dapat terus mendukung pelanggannya dengan solusi-solusi cerdas yang mereka butuhkan.

Pada 2013, pertumbuhan Fujitsu Indonesia mencapai 23%, lebih tinggi dari pertumbuhan industri yang hanya 10,1%.

Unit bisnis yang menyumbang pendapatan terbesar Fujitsu Indonesia pada 2013 adalah ISS dengan kontribusi hingga 60%, diikuti Aplication Services dengan 20%, dan selebihnya yang lain.

Sementara itu, angka belanja IT di Indonesia pada 2013 sekitar US$15 miliar atau 14,8% dari total pengeluaran IT di pasar yang sedang tumbuh di Asia.

"Untuk tahun depan, Fujitsu menargetkan pertumbuhan 20% mengingat dampak dari depresiasi nilai tukar rupiah belakangan ini," kata Achmad.

Dampak dari depresiasi rupiah, lanjut Achmad, akan berpengaruh terhadap bisnis infrastructure service di Indonesia karena selama ini harga perangkat-perangkat kerasnya mengikuti nilai tukar dolar.

Ia menambahkan bahwa pada 2014, Fujitsu akan fokus pada sektor-sektor potensial seperti healtcare, manufaktur, dan perbankan. [mor]

 

 

facebook twitter

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

Embed Widget