Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 1 Februari 2015 | 15:38 WIB
Hide Ads

Martha Tilaar Raih Penghargaan PUK dari BPPT

Oleh : Ikhsan S. Nathabradja | Minggu, 16 September 2012 | 12:22 WIB
Martha Tilaar Raih Penghargaan PUK dari BPPT
bppt.go.id

INILAH.COM, Jakarta - Pendiri Martha Tilaar Group, Dr (HC) Martha Tilaar, menjadi perempuan pertama yang meraih gelar Perekayasa Utama Kehormatan (PUK) dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Perempuan kelahiran Kebumen, 4 September 1937 itu meraih gelar PUK untuk bidang kesehatan.

Seperti dikutip dari situs resmi BPPT, Kepala BPPT Marzan A Iskandar menilai Martha Tilaar telah mencerminkan esensi kegiatan seorang perekayasa, yaitu riset, pengembangan, keahlian teknis, dan operasi.

Martha juga dinilai cakap memimpin perusahaan yang mampu melakukan seluruh proses dari riset dan pengembangan, produksi sampai dengan pemasaran dengan memerhatikan mutu, khasiat, dan keamanan produk.

"Ini merupakan salah satu langkah nyata untuk meningkatkan kualitas produk obat dan kosmetika alami di dalam negeri sekaligus memberikan nilai tambah bagi sumberdaya alam Indonesia," tegas Marzan.

Penganugerahan PUK yang digelar di Jakarta, Kamis (13/9) lalu ini, diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT BPPT ke-34, Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-17 serta HUT Kemerdekaan RI ke-67.

Menurut BPPT, penerima PUK adalah sosok yang telah memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan perekonomian, kesejahteraan rakyat, peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa.

Selama 42 tahun berdiri, Martha Tilaar Group telah menghasilkan produk lokal seperti memanfaatkan ekstrak kembang sepatu sebagai pemutih dan ekstrak kencur sebagai tabir surya alami dalam produk Sariayu White. Lalu, ekstrak pinang sebagai pencerah dan pengencang kulit dan ekstrak kencur sebagai tabir surya alami dalam produk Sariayu Pinang.

Istri dari almarhum Prof Henry Alex Rudolf Tilaar ini juga menciptakan produk Putih Langsat yang diekstrak dari lansium dan meniran sebagai antioksidan dan pencerah kulit, ekstrak jeruk purut untuk astringent dan ganggang merah untuk mengencangkan dan melembabkan kulit.

Penganugerahan PUK tahun ini sudah memasuki gelaran keenam sejak pertama kali digagas pada 2007. Lima penerima gelar PUK sebelumnya adalah Emil Salim (Bidang Teknologi Lingkungan dan Kebumian), Ciputra (Bidang Teknologi ManufakturArsitektur), Rachmat Gobel, (Bidang Teknologi Manufaktur-Industri), Arifin Panigoro (Bidang Teknologi Energi), dan Wiratman Wangsadinata (Bidang Teknologi Infrastruktur).

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

78807

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.