Selasa, 2 September 2014 | 16:08 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Martha Tilaar Raih Penghargaan PUK dari BPPT
Headline
bppt.go.id
Oleh: Ikhsan S. Nathabradja
Teknologi - Minggu, 16 September 2012 | 12:22 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Pendiri Martha Tilaar Group, Dr (HC) Martha Tilaar, menjadi perempuan pertama yang meraih gelar Perekayasa Utama Kehormatan (PUK) dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Perempuan kelahiran Kebumen, 4 September 1937 itu meraih gelar PUK untuk bidang kesehatan.

Seperti dikutip dari situs resmi BPPT, Kepala BPPT Marzan A Iskandar menilai Martha Tilaar telah mencerminkan esensi kegiatan seorang perekayasa, yaitu riset, pengembangan, keahlian teknis, dan operasi.

Martha juga dinilai cakap memimpin perusahaan yang mampu melakukan seluruh proses dari riset dan pengembangan, produksi sampai dengan pemasaran dengan memerhatikan mutu, khasiat, dan keamanan produk.

“Ini merupakan salah satu langkah nyata untuk meningkatkan kualitas produk obat dan kosmetika alami di dalam negeri sekaligus memberikan nilai tambah bagi sumberdaya alam Indonesia,” tegas Marzan.

Penganugerahan PUK yang digelar di Jakarta, Kamis (13/9) lalu ini, diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT BPPT ke-34, Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-17 serta HUT Kemerdekaan RI ke-67.

Menurut BPPT, penerima PUK adalah sosok yang telah memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan perekonomian, kesejahteraan rakyat, peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa.

Selama 42 tahun berdiri, Martha Tilaar Group telah menghasilkan produk lokal seperti memanfaatkan ekstrak kembang sepatu sebagai pemutih dan ekstrak kencur sebagai tabir surya alami dalam produk Sariayu White. Lalu, ekstrak pinang sebagai pencerah dan pengencang kulit dan ekstrak kencur sebagai tabir surya alami dalam produk Sariayu Pinang.

Istri dari almarhum Prof Henry Alex Rudolf Tilaar ini juga menciptakan produk Putih Langsat yang diekstrak dari lansium dan meniran sebagai antioksidan dan pencerah kulit, ekstrak jeruk purut untuk astringent dan ganggang merah untuk mengencangkan dan melembabkan kulit.

Penganugerahan PUK tahun ini sudah memasuki gelaran keenam sejak pertama kali digagas pada 2007. Lima penerima gelar PUK sebelumnya adalah Emil Salim (Bidang Teknologi Lingkungan dan Kebumian), Ciputra (Bidang Teknologi Manufaktur–Arsitektur), Rachmat Gobel, (Bidang Teknologi Manufaktur-Industri), Arifin Panigoro (Bidang Teknologi Energi), dan Wiratman Wangsadinata (Bidang Teknologi Infrastruktur).

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER