Selasa, 30 September 2014 | 17:08 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Menristek Terus Upayakan Kenaikan Dana Penelitian
Headline
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Mohammad Hatta - istimewa
Oleh: Riza Pahlevi
Teknologi - Kamis, 30 Agustus 2012 | 20:11 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Bandung - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Mohammad Hatta mengatakan akan terus memperjuangkan dana penelitian bagi para peneliti.

“Sejak duduk di Kemeristek ini saya sudah bertekat untuk memperjuangkan insentif bagi peneliti agar megalami kenaikan. Untuk proses yang saya lalui yakni diproses ke Menpan terus ke Menteri Keuangan dan dilanjutkan ditanda tangani oleh presiden,” kata Gusti saat ditemui wartawan usai menghadiri acara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) di Gedung Merdeka Kota Bandung, Kamis (30/8/2012).

Gusti megatakan dirinya tidak ingin memberikan begitu saja dana bagi peneliti yang kinerjanya tidak maksimal. “Kita tidak mau begitu saja ngasih uang sama peneliti, tentunya ada ketentuan-ketentuan tertentu. Yang jelas kinerja mereka akan mendapatkan penilaian, kalau misalnya tidak bagus mungkin bisa saja konsekuensinya dana penelitian akan dipotong,” ujarnya.

Sementara itu, untuk dana penelitian pada tahun ini dirinya memastikan mengalami kenaikan, namun saat diminta menjelaskan jumlah dana dia hanya memberikan contoh. “Untuk dan penelitian saat ini misalkan kemarin Rp1,4 juta sekarang menjadi Rp3.2 juta,” tuturnya.

Dia menambahkan bahwa saat ini Kemnriistek, Batan dan LIPI sudah berhasil medapat remunerasi, itu artinya peneliti akan mendapatkan tunjangan. Dan dapat dipastikan dana untuk penelitian mengalami kenaikan.[jul]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
caf
Rabu, 10 Oktober 2012 | 22:58 WIB
Faktanya, gaji pegawai pemerintah (dan banyak perusahaan swasta) bagian penelitian dan pengembangan nyaris menyentuh standard UMR. Bagaimana pemerintan dan masyarakat mengharapkan mereka mengabdi jika untuk memenuhi kebutuhan keluarga saja mereka harus putar otak berulang kali? Tanpa insentif yang menarik, semua peneliti yang potensial dan sebenernya ingin berdedikasi kepada bidangnya akan lari keluar negri atau pekerjaan lainnya. Dan hasil temuan mereka akan menjadi pemilik mereka yang mendanai penelitian dan studi mereka, bukan milik Indonesia. Masalahnya adalah bukan di seberapa besar gaji yang mereka peroleh, tapi di bagaimana pemeritah (dan employer swasta) menyeleksi peneliti-peneliti yang berkualitas.
bam
Jumat, 31 Agustus 2012 | 10:04 WIB
kenaikan tunjangan jabatan fungsional bagi peneliti tdk akan menambah kemajuan penelitian di indonesia. krna banyak dari para pemegang jabatan peneliti itu tdk mengaplikasikan tulisan2nya yg sangat banyak itu dlm bentuk nyata. harusnya dana penelitian itu betul2 diperuntukkan bg para peneliti tanpa membeda2kan punya jabatan fungsional atau tidak. krn jabatan peneliti itu diperoleh hanya berdasarkan laporan2/tulisan2 sj. sedangkan tdk sedikit mereka yg tanpa jabatan dan tunjangan malah melakukan penelitian2/perekayasaan2.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER