Selasa, 21 Oktober 2014 | 22:07 WIB
Follow Us: Facebook twitter
ITB Berlaga di Kompetisi Mobil Balap Asia
Headline
IST
Oleh: Nur Ikhsan Suryakusumah
Teknologi - Selasa, 28 Agustus 2012 | 09:23 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Institut Teknologi Bandung (ITB) berpartisipasi dalam lomba mobil balap tingkat mahasiswa se-Asia Formula Society of Automotive Engineers International (SAE) di Jepang pada 3-7 September 2012.

Pelepasan mobil balap beserta tim dilakukan di pusat mahasiswa Kampus ITB, Bandung, Senin, yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Rektor ITB Akhmaloka.

Lomba mobil balap Formula SAE yang diikuti oleh mahasiswa dari beberapa negara Asia seperti Jepang, China, India, Korea Selatan, Singapura, Thailand, dan Malaysia itu baru pertama kali diikuti oleh ITB yang mengirim satu tim bernama Mushika.

Ketua Tim Mushika Tri Aghna Satriya memasang target menjadi pemenang dalam kategori pendatang terbaik atau best rookie pada keikutsertaan yang pertama mereka.

"Pesaing terbesar kami dalam kategori itu adalah Thailand karena di negara itu sudah ada lomba sejenis yang didukung oleh pemerintah setempat," ujar Tri Aghna.

Tri Aghna menjelaskan mobil balap dengan kapasitas mesin 600 cc itu diproduksi oleh tim selama hampir setahun dengan biaya sekitar Rp230 juta.

"Untuk mesin, ban, dan velg masih beli. Tetapi totalnya hampir 70% mobil balap ini kami buat sendiri termasuk shock breaker yang dirancang khusus," ujarnya.

Mobil balap berbahan bakar Pertamax Racing itu berkecepatan maksimal 120 kilometer per jam dengan kemampuan akselerasi pertama sejauh 75 meter dalam waktu lima detik.

Kompetisi Formula SAE terdiri atas dua kategori yang wajib diikuti oleh semua peserta yaitu kategori statis dan dinamis.

Penilaian kategori statis di antaranya meliputi desain, biaya dan manufaktur, presentasi laik ekonomis untuk skala produksi, serta pemeriksaan teknis. Sedang penilaian kategori dinamis mencakup akselerasi, kemampuan belok, ketahanan, serta efisiensi bahan bakar.

Dosen pembimbing dari Fakultas Teknik Mesin ITB, Indra Nurhadi, mengatakan memproduksi mobil balap ringan namun kuat, aman dan lincah bukanlah perkara mudah.

"Selain harus memenuhi standar spesifikasi tertentu yang ditentukan panitia, mobil balap ini juga harus memenuhi standar keselamatan," ujar Indra.

Tim Mushika tidak hanya harus menghadapi kendala teknis selama memproduksi mobil balap tersebut, tetapi juga masalah dana yang harus dikumpulkan dari para sponsor dan juga sumbangan alumni. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER