Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 1 September 2015 | 00:44 WIB
Hide Ads

Internet Jadi Media Perdagangan Satwa Liar

Oleh : Nur Ikhsan Suryakusumah | Sabtu, 25 Agustus 2012 | 16:46 WIB
Internet Jadi Media Perdagangan Satwa Liar
ilustrasi

INILAH.COM, Jakarta - Perdagangan dan perburuan satwa liar seperti Harimau Sumatera di kawasan konservasi dan hutan lindung di Indonesia dilakukan oleh sekelompok orang dengan memanfaatkan internet.

Hal tersebut diungkap oleh Direktur Jenderal Perlindungan Hutan Konservasi Alam (PHKA) Darori, seperti dikutip dari Antara. Darori mengatakan komplotan ini berpindah lokasi mulai dari Bandung, Jakarta, hingga Sumatera.

"Mereka sudah menggunakan alat teknologi canggih seperti internet dan telepon satelit supaya nomer mereka tidak terlacak," ujarnya.

Menurut Darori, modus operandi perdagangan illegal satwa liar dilindungi ini melalui jaringan internet, yakni penjual memasang foto satwa yang diperdagangankan dan memuat nomor telepon selular penjual serta harganya.

Pembeli terlebih dahulu mentransfer sejumlah uang, kemudian satwa liar yang dibeli dikirim melalui jasa pengiriman barang atau diambil langsung pada tempat yang ditentukan sepihak oleh pedagang secara tertutup.

Darori mengatakan perburuan satwa liar seperti harimau banyak dilakukan karena kulitnya laku dijual dengan harga mahal.

"Karpet dan hiasan dinding dari kulit harimau bisa laku dengan harga Rp26 juta per buah," kata Darori.

Sementara Kepala Humas Kementerian Kehutanan Sumarto mengatakan, penangkapan pelaku perdagangan satwa ilegal dilakukan secara tersembunyi melalui penyidikan di beberapa tempat seperti bandara dan tempat transaksi perumahan elit.

"Mereka membuat jaringan kluster perdagangan ilegal sehingga sulit terlacak," ujar Sumarto. [mor]

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.