Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 4 Maret 2015 | 09:46 WIB
Hide Ads

Habibie Akan 'Bangkitkan' Pesawat N-250

Oleh : Ahmad Taufiqqurakhman | Jumat, 10 Agustus 2012 | 13:01 WIB

Berita Terkait

Habibie Akan 'Bangkitkan' Pesawat N-250
BJ Habibie - inilah.com

INILAH.COM, Bandung - Mantan Presiden yang juga pernah menjabat sebagai Menristek, BJ Habibie membocorkan rencana untuk kembali membangkitkan pesawat N-250 pada konferensi pers seusai upacara bendera peringatan Hakteknas 2012.

"Besok saya akan menandatangani peresmian pendirian PT Ragio Afiasi Industri (RAI). Perusahaan ini merupakan hasil kerjasama PT Iltabi Rekatama dan PT. Eagle Cap," ujar Habibie di Gedung Sate, Bandung, Jumat (10/8).

Menurut Habibie, PT Iltabi Rekatama yang dipegang oleh Ilham Habibie, menguasai 51% perusahaan. Sementara PT Eagle Cap yang dipegang oleh Erry Firmansyah (Dirut BEJ), menguasai 49% perusahaan.

Habibie mengatakan bahwa proyek pertama dari PT RAI adalah untuk membangkitkan pesawat N-250. "Namun semuanya tentu disesuaikan dengan kondisi sekarang. Mesin tentunya akan disesuikan dengan yang baru," ungkapnya.

Habibie juga menyebutkan bahwa hasil dari pendirian PT RAI bisa dilihat dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

"Nantinya untuk proyek PT RAI ini berbagai elemen seperti Kemenristek, BPPT, PT DI dan lain-lain akan turut dilibatkan," ujarnya.

Pesawat N-250 pertama kali diluncurkan pada 1995 oleh IPTN (sebelum berganti nama menjadi PT DI). Pesawat tersebut seketika menjadi primadona di Indonesia. Bahkan menjadi 'bintang' di pameran Indonesian Air Show 1996.

Namun pada tahun 1997, proyek N-250 dihentikan karena krisis ekonomi yang melanda seluruh wilayah Asia saat itu. [ikh]

Tag :

1 Komentar

Image Komentar
AHUD WAHYUDIN - Senin, 13 Agustus 2012 | 09:15 WIB
Majulah negaraku,majulah bangsaku terbanglah yang tinggi bersama habibie.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.