Sabtu, 19 April 2014 | 16:25 WIB
Follow Us: Facebook twitter
PM Rusia Malu dengan Kegagalan Roket Proton-M
Headline
telegraph.co.uk
Oleh: Nur Ikhsan Suryakusumah
Teknologi - Jumat, 10 Agustus 2012 | 11:33 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Moscow - Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev, mengatakan bahwa pemerintahnya merasa malu dengan kegagalan peluncuran roket Proton-M yang membawa satelit milik Indonesia.

Ia pun berjanji akan menghukum semua pejabat yang dinilai bertanggung jawab atas kegagalan tersebut.

"Kegagalan ini tidak bisa ditoleransi lagi. Mereka ditugaskan untuk melaporkan siapa yang harus dihukum dan apa yang akan dilakukan selanjutnya," kata Medvedev saat rapat kabinet di Moskow, Kamis (9/8).

Medvedev tidak peduli apa penyebab kegagalan peluncuran roket yang membawa satelit Telkom-3 milik Indonesia dan Express MD2 milik Rusia itu. Namun Medvedev merasa malu dengan kejadian itu.

"Kami kehilangan wibawa dan miliaran Rubel," tutur Medvedev seperti dikutip Telegraph dari kantor berita Rusia, RIA Novosti.

Menurut Medvedev, pihaknya pada pekan depan akan melakukan pertemuan khusus untuk membahas kegagalan ini. Rapat itu akan disiapkan wakil perdana menteri dan pejabat yang membidangi masalah ini.

Roket Proton-M diluncurkan dari Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan, pada Senin (6/8) waktu setempat. Badan Ruang Angkasa Rusia, Roscosmos, menjelaskan kegagalan itu disebabkan oleh kerusakan fungsi pendorong yang bernama Briz-M pada roket.

Pejabat Roscosmos mengatakan, pada tahap awal pendorong berfungsi dengan baik. Namun selanjutnya, di tahap dorongan terakhir satelit ke ruang angkasa, tiba-tiba Briz-M mati sebelum waktunya.

Satelit Telkom-3 rencananya akan bertugas menggantikan satelit Telkom-2 yang masa waktunya akan habis. Selain itu, Telkom-3 memiliki kapasitas lebih besar dengan jumlah 42 transfonder, sementara Telkom-2 hanya 24 transfonder.

Satelit Telkom-3 dibangun perusahaan roket Rusia, Reshetnev, dengan peralatan telekomunikasi dari perusahaan Prancis, Thales Alenia Space. Sementara Express MD2 merupakan satelit kecil yang didesain oleh Khrunichev State Research and Production Space Center untuk Russian Satellite Communications Company (RSCC).

Kedua satelit ini masuk asuransi Russian Ingosstrakh and Alfa Strakhovanie. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER