Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Desember 2014 | 08:47 WIB
Hide Ads

PM Rusia Malu dengan Kegagalan Roket Proton-M

Oleh : Nur Ikhsan Suryakusumah | Jumat, 10 Agustus 2012 | 11:33 WIB
PM Rusia Malu dengan Kegagalan Roket Proton-M
telegraph.co.uk

INILAH.COM, Moscow - Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev, mengatakan bahwa pemerintahnya merasa malu dengan kegagalan peluncuran roket Proton-M yang membawa satelit milik Indonesia.

Ia pun berjanji akan menghukum semua pejabat yang dinilai bertanggung jawab atas kegagalan tersebut.

"Kegagalan ini tidak bisa ditoleransi lagi. Mereka ditugaskan untuk melaporkan siapa yang harus dihukum dan apa yang akan dilakukan selanjutnya," kata Medvedev saat rapat kabinet di Moskow, Kamis (9/8).

Medvedev tidak peduli apa penyebab kegagalan peluncuran roket yang membawa satelit Telkom-3 milik Indonesia dan Express MD2 milik Rusia itu. Namun Medvedev merasa malu dengan kejadian itu.

"Kami kehilangan wibawa dan miliaran Rubel," tutur Medvedev seperti dikutip Telegraph dari kantor berita Rusia, RIA Novosti.

Menurut Medvedev, pihaknya pada pekan depan akan melakukan pertemuan khusus untuk membahas kegagalan ini. Rapat itu akan disiapkan wakil perdana menteri dan pejabat yang membidangi masalah ini.

Roket Proton-M diluncurkan dari Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan, pada Senin (6/8) waktu setempat. Badan Ruang Angkasa Rusia, Roscosmos, menjelaskan kegagalan itu disebabkan oleh kerusakan fungsi pendorong yang bernama Briz-M pada roket.

Pejabat Roscosmos mengatakan, pada tahap awal pendorong berfungsi dengan baik. Namun selanjutnya, di tahap dorongan terakhir satelit ke ruang angkasa, tiba-tiba Briz-M mati sebelum waktunya.

Satelit Telkom-3 rencananya akan bertugas menggantikan satelit Telkom-2 yang masa waktunya akan habis. Selain itu, Telkom-3 memiliki kapasitas lebih besar dengan jumlah 42 transfonder, sementara Telkom-2 hanya 24 transfonder.

Satelit Telkom-3 dibangun perusahaan roket Rusia, Reshetnev, dengan peralatan telekomunikasi dari perusahaan Prancis, Thales Alenia Space. Sementara Express MD2 merupakan satelit kecil yang didesain oleh Khrunichev State Research and Production Space Center untuk Russian Satellite Communications Company (RSCC).

Kedua satelit ini masuk asuransi Russian Ingosstrakh and Alfa Strakhovanie. [mor]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Login with