Kamis, 2 Oktober 2014 | 11:24 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Apple Store di AS Diskriminasi Mahasiswi Iran
Headline
mashable.com
Oleh: Ahmad Taufiqqurakhman
Teknologi - Jumat, 22 Juni 2012 | 11:29 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, California - Apple Store di Amerika Serikat berlaku rasis kepada salah satu pelanggannya. Seperti apa?

Seperti dikutip dari Mashable, Sarah Sabet, warga AS keturunan Iran, mengatakan bahwa ia mendapat perlakuan rasis dari para pegawai Apple Store di Alpharetta, Georgia, AS.

Menurut Sabet, para karyawan itu merasa takut jika produk Apple yang akan ia beli akan dikirim ke temannya di Iran.

Sabet, seorang pelajar berumur 19 tahun di University Of Georgia, mendapat perlakuan itu di Apple Store yang berlokasi dalam mal lokal, ketika ia ingin membeli produk terbaru dari Apple, New iPad.

Ketika pegawai Apple Store itu mendengar bahwa Sabet dan temannya bercakap dalam bahasa Persia, mereka langsung menanyakan bahasa apa dan dari mana Sabet beserta temannya berasal.

Ketika Sabet mengatakan bahwa ia berasal dari Iran, karyawan tersebut langsung menolak untuk melayaninya.

"Ketika saya bilang saya dari Iran, petugas itu langsung berkata 'Saya tak bisa menjual perangkat ini ke anda, kedua negara kita memiliki hubungan yang buruk'. Ucapan ini jelas membuat saya tersinggung," terang Sabet.

Pihak Apple Store mengatakan bahwa mereka tidak menjual perangkat tersebut karena kebijakan perdagangan AS, membatasi penjualan ke Iran.

Sabet, yang tidak jadi membeli, mengatakan bahwa ia terkena perlakuan rasis.

"Dia tak punya urusan untuk menanyakan dari negara mana saya berasal. Saya langsung keluar dari tempat itu sambil menangis," ungkap Sabet.

Setelah itu, Sabet langsung menelpon bagian costumer service Apple, yang langsung meminta maaf dan mengatakan bahwa Sabet bisa membelinya melalui situs Apple.

Atas kejadian itu perwakilan dari American-Islamic Relation (CAIR) menyebut Apple Store telah melakukan tindakan rasisme terhadap Sabet dan temannya.

"Apple harus merevisi lagi kebijakannya agar tidak lagi melakukan perilaku diskriminasi berdasarkan etnis, ras dan agama," tegas Direktur Eksekutif CAIR, Nihad Awad. [ikh]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER