INILAH.COM, Jakarta - Initial Public Offering (IPO) yang sedang disiapkan Facebook telah dinanti-nanti banyak pihak. Beberapa pengamat pun menyebut peristiwa ini bakal menjadi 'pembuka jalan' untuk IPO perusahaan IT lainnya.
IPO Facebook apabila dilakukan, mungkin akan menjadi yang terbesar di dunia IT. Atas hal itulah aktivitas perseroan ini bisa membuka jalan bagi perusahaan IT lainnya untuk juga melakukan IPO dengan nilai besar di bursa saham.
Memang sebelumnya IPO Google juga sangat besar nilainya, namun apabila Facebook melakukan hal serupa, sebuah rekor baru mungkin akan terpecahkan. Maka tak heran kalau para pengamat menyatakan bahwa IPO Facebook bakal menyaingi Google.
Facebook yang pekan lalu baru saja mengisi pendaftaran untuk IPO Facebook, yang nilainya diperkirakan bakal senilai US$5 miliar. Facebook berniat agar IPO-nya dapat bernilai US$5 miliar (sekitar Rp44,9 triliun). Jika berhasil menargetkan angka tersebut, maka langkah Facebook tersebut akan menjadi IPO terbesar sepanjang masa oleh perusahaan IT.
Bank investasi Morgan Staley akan bertindak sebagai penanggung asuransi, bersama dengan Goldman Sachs, JP Morgan dan lainnya, untuk memegang posisi kedua. Saham-sahamnya pun diperkirakan akan dilepas ke pasaran pada Mei mendatang.
IPO ini merupakan akumulasi dari situs jejaring sosial terbesar yang sudah berumur delapan tahun. IPO Facebook, menurut para pengamat tentunya bakal menghadirkan persaingan dengan Google di bursa saham.
"IPO tersebut memungkinkan Facebook meluncurkan lebih banyak lagi layanannya. Lalu bakal lebih sulit lagi bagi perusahaan lainnya menyaingi mereka," ujar Michael Gartenberg, analis teknologi di Gartner.
"Kami bersaing dengan semua produk yang ditawarkan oleh Google, termasuk Google+," ujar Facebook. "Beberapa dari kompetitor kami juga memiliki sumber daya dan posisi yang lebih baik, di beberapa wilayah pasar ketimbang kita," ungkap pihak jejaring sosial terbesar tersebut.
Namun prediksi besarnya nilai IPO Facebook ditanggapi berbeda oleh beberapa pihak. The Wall Street Journey menyatakan bahwa diperkirakan akan bernilai US$100 juta (Rp911 miliar).
Saking besar ekspektasi orang-orang terhadap IPO Facebook yang sekiranya bakal resmi dilaksanakan Mei nanti, hingga membuat beberapa pihak sudah menjadi 'calo' atas saham-saham palsu Facebook.
Contoh penipuan/fraud yang sudah mulai terlihat gejalanya atas IPO Facebook ini adalah kasus seorang wanita asal Wisconsin, Amerika Serikat (AS), yang didakwa karena menjual saham Facebook palsu.
Jaksa penuntut mengatakan bahwa wanita tersebut yang bernama Marianne Olesen mengatakan bahwa ia mendapat saham Facebook sebesar US$1 juta (Rp8,9 miliar), karena anaknya kenal dengan salah satu pendiri Facebook, dan menghasut orang-orang untuk membeli saham tersebut. Wanita itu pun langsung didakwa dengan tuduhan pencurian, penipuan serta membuat pernyataan yang membingungkan.
Tahun lalu beberapa perusahaan sektor internet sudah melakukan IPO, contohnya LinkedIn, Groupon dan Zynga, dengan nilai cukup besar. Tapi belum ada yang bisa mengalahkan ekspektasi publik atas IPO Facebook.
IPO Facebook jugalah yang diharapkan oleh para pengamat dapat membuka jalan bagi perusahaan IT lainnya untuk melakukan IPO dengan nilai besar. [mdr]