INILAH.COM, Califronia - Pihak Twitter menyatakan bahwa mereka bersikap netral terhadap pemerintah dan pengguna. Benarkah?
Dick Costolo, CEO Twitter, mengatakan alasan mengapa perusahaannya mengumumkan kebijakan konten terbarunya adalah karena ditujukan agar mereka lebih transparan ke pemerintah, dan tidak bermaksud secara aktif memantau tweet dari para pengguna mereka.
Twitter pekan lalu mengatakan bahwa mereka akan mulai melarang tweet di beberapa negara. Hal tersebut memunculkan pertanyaan bagaimana penanganan Twitter terhadap isu kebebasan berpendapat di Twitter.
"Tidak ada sama sekali perubahan pada perspektif kami terhadap konten pengguna," ujar Costolo. Seperti dikutip dari ST.
Costolo juga mengatakan bahwa Twitter akan memblokir tweet secara lokal jika dapat permintaan dari pemerintah, dan tweet tersebut bakal tetap bakal bisa diakses dari wilayah dunia lainnya. [mor]