Find and Follow Us

Minggu, 17 November 2019 | 19:04 WIB

Lima Persyarikatan Minati Saham Proton

Oleh : Bachtiar Abdullah | Rabu, 11 Januari 2012 | 19:33 WIB
Lima Persyarikatan Minati Saham Proton
zcars.com.au
facebook twitter

INILAH.COM, Kuala Lumpur - Persaingan merebut 42,7 persen saham Khazanah Nasional Berhad di perusahaan mobil Malaysia Proton Holdings tampaknya semakin sengit.

DRB- Hicom, menurut Koran Berita Harian kemarin (10/1) diperkirakan bakal mengungguli para pesaing dalam kompetisi ini. DRB-Hicom punya pengalaman dalam perakitan mobil (Suzuki, Peugeot dan Volkswagen), sedangkan para pesaingnya tidak punya kompetensi semacam itu.

Apa lagi DRB-Hicom, sudah mendapat restu dari penggagas Perusahaan Otomotif Nasional (Proton), Dr Mahathir Mohammad. Dr Mahathir mengetahui Proton mengalami kesulitan keuangan, dan DRB-Hicom dinilainya sebagai calon partner paling strategis demi kelanjutan Proton di masa depan. DRB-Hicom memiliki kompetensi dan kemampuan finansial yang dibutuhkan Proton.

Dr Mahathir-lah yang menggagas mobil nasional Proton, dan kini ia duduk manis sebagai komisaris Khazanah, perusahaan investasi milik kerajaan Malaysia.

Seorang peneliti Thailand menemukan, mengapa Proton tidak sukses di pasar, karena harganya lebih tinggi daripada mobil sejenis yang dirakit di Thailand. Kebijakan harga ini sulit ditekan, karena Proton sejak awal harus membayar mahal untuk lisensi teknologi kepada Mitsubhisi Jepang.

Kini muncul empat nama lain yang berkongsi mau menantang DRB-Hicom berebut saham Khazanah di Proton. Antara lain, Tan Sri Arumugam Apavoo Packiri dan Gerald Lopez (Arumugam-Lopez). Ada lagi nama salah satu direksi Proton, Datuk Mohd Nadzmi Salleh, kemudian Kumpulan Syarikat NAZA, serta UMW Holdings.

Analis otomotif Malaysia melihat DRB-Hicom lah yang paling potensial menggantikan Khazanah, karena bermitra dengan mereka berarti membangun kemitraan strategis. Mereka memiliki kompetensi dalam produksi (VW, Peugeot, Suzuki) dan penjualan mobil, selain basis keuangannya yang kuat.

"Perusahaan otomotif DRB-Hicom yang dikomandani oleh Tan Sri Syed Mokhtar Al-Bukhary adalah calon terkuat daripada yang lainnya, karena mereka menjadi perakit VW terbesar di Asean," ujar Ahmad Maghfur Usman, analis dari OSK Research, Kuala Lumpur.

Dalam pengambil alihan Khazanah, DRB-Hicom tidak menggunakan uang pinjaman dari bank manapun. "Pembiayaan tidak menjadi masalah bagi DRB-Hicom dalam pengambil alihan saham Khazanah di Proton Holdings. Sebab laporan keuangan mereka pada kuartal keempat tahun lalu, kewajiban mereka cuma 17% dari asetnya," tambahnya Ahmad.

Setidaknya Proton perlu disuntik dana segar senilai RM 900 juta setahun hanya untuk belanja modal saja. Tapi kalau Proton mau mengembangkan penelitian dan pengembangan sendiri, dibutuhkan dana sebesar RM1,8 miliar. [Berbagai sumber].

Komentar

Embed Widget
x