Rabu, 22 Oktober 2014 | 10:10 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Mobil Baru Jokowi Jadi Mobnas Butuh Strategi
Headline
lionews.com
Oleh: Billy A Banggawan
Teknologi - Sabtu, 7 Januari 2012 | 09:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Wali Kota Solo Joko Widodo dengan bangga mengganti Toyota Camry-nya dengan Esemka Rajawali rakitan siswa SMK setempat. Mobil ini jelas butuh strategi agar diakui secara nasional.

Pengamat otomotif sekaligus pendiri dan istruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDCC) Jusri Pulubuhu mengungkap, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat mobil rakitan siswa SMK Negeri 2 Surakarta dan SMK Warga Solo ini mendapat pengakuan.

“Agar mobil ini bisa bersaing dengan dengan mobil impor lain, banyak elemen yang harus dipersiapkan, mulai dari pemerintah hingga pihak-pihak pendukung terkait,” katanya saat diwawancarai INILAH.COM via telepon, Jumat (6/1).

Pihak yang terkait dalam memasarkan mobil ini tentunya harus bekerja maksimal agar mobil ini bisa mendatangkan keuntungan. Selain itu, seperti strategi Malaysia saat meluncurkan Proton, pemerintah Indonesia sebaiknya juga mewajibkan penggunaan mobil ini.

Pajak mobil impor juga harus dinaikkan dan manajemen yang ada harus meningkatkan kinerjanya agar mobil ini bisa bersaing di pasaran, ungkapnya. “Pihak Kementerian Perhubungan dan Pusat seharusnya memiliki gerakan massal untuk menasionalkan Esemka dengan meniadakan atau mensubsidi pajak mobil ini,” paparnya.

Subsidi bisa berkontribusi besar dalam pembuatan mobil Esemka supaya produk dalam negeri ini cepat terangkat. “Pemerintah juga harus mulai menyadarkan warga agar tak selalu berpikiran bahwa mobil impor selalu membuat mereka tampil gaya, Esemka ini sendiri memiliki estetika yang cukup bagus dan bisa bersaing,” kata Jusri.

Pihak Kementerian Perhubungan juga harus menguji mobil ini lebih lanjut dan mengeluarkan sertifikasi yang menunjukkan mobil ini memang laik jalan. Pemerintah juga harus memperjelas visi dan misi untuk menasionalkan Esemka.

“Momentum ini harus didukung semua stakeholder. Niat juga tak boleh setengah-setengah dan bukan sekadar pernyataan semata agar mobil ini tak hanya menjadi kebanggaan sesaat saja,” papar Jusri.

Meski ia mengakui belum bisa mensejajarkan Esemka dengan mobil-mobil impor yang sudah ada terlebih dulu, namun mengaku optimistis seiring berjalannya waktu disertai keseriusan stakeholder, mobil ini mampu melaju ke dunia internasional.

Hal sederhana yang saat ini bisa dilakukan, misalnya mewajibkan perangkat SMK yang ada menggunakan produk ini di mana dengan begitu, proses pemasaran secara tak langsung juga terjadi disini.

“Akan lebih baik lagi jika perangkat pemerintah pusat, mulai dari menteri juga menggunakan mobil ini. Proses menasionalkan mobil ini akan menjadi lebih jelas. Kemauan jangan sekadar mimpi, harus ada upaya nyata yang dilakukan,” tutupnya. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
6 Komentar
Edi Purnomo Hartoko
Kamis, 19 Januari 2012 | 11:30 WIB
Saya merasa bangga,klo ada kemauan dari semua unsur pasti bisa bangsa indonesia, tolong pemerintah betul-betul mendukung jangan mempersulit perizinan, kapan lagi kita punya kebanggaan anak bangsa.
titan
Sabtu, 7 Januari 2012 | 12:37 WIB
cintai produk dalam negeri. like this................
titan
Sabtu, 7 Januari 2012 | 12:36 WIB
cintai produk dalam negeri. like this................
Aza Dewo
Sabtu, 7 Januari 2012 | 10:42 WIB
saya siswa smp yg br kls 7 tp sy bangga dan senang ada siswa smk sukses membuat mobil rajawali yg menurut sy hslnya luar biasa,bentuknya gak kalah sama CRV lho.Semoga sukses utk kakak smk di surakarta dan menciptakan mobil yg terbaru lagi,dan menjadi aspirasi kita2 yg msh muda,dan mdh2an bs menjadi mobil nasional yg membanggakan.
Ali
Sabtu, 7 Januari 2012 | 10:37 WIB
Imbauan dan saran serta strategi yg hrs kita dukung dari seorang pak Jusri Pulubu kalau kita serius dan ingin menjadi negara yang maju. Pemerintah selama ini hanya pandai berkata dan menyuruh rakyatnya mencintai produk dalam negeri tapi tdk pernah mendukung sepenuhnya karya anak bangsa sendiri dg action. Dg kasat mata kita dapat para pejabat berlomba memamerkan mobil buatan negara lain dan bangga.
novi soegiharti
Sabtu, 7 Januari 2012 | 10:31 WIB
saya bangga putra indonesia bisa bersaing dikancah otomotif,apalagi msh siswa esmeka betul2 hrs dipertimbangkan kemampuannya dan sy hrp kita sebagai warga indonesia meyambut bangga dgn hsl jerih payah ini,sy jg salut dgn walikota solo yg langsung dukung mobil ini.Skrg bagaimana dgn pemerintah sendiri,kader bangsa yg potensial ini layak kita dukung,kenapa kita tdk bangga dgn hasil karya anak bangsa?ngapain semua hrs serba product asing yg msk ke negri ini,salut utk putra bangsa dari solo,sy hrp hasil yg cemerlang ini bs membuat indonesia diakui oleh negara lain dan org indonesia sendiri menghrgi hasil putra negri.Harapan sy semoga mobil ini menjd mobil nasional.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER