Find and Follow Us

Sabtu, 14 Desember 2019 | 06:57 WIB

Pindai Sinar-X Bandara Jadi Kekhawatiran Dunia

Oleh : Billy A Banggawan | Sabtu, 26 November 2011 | 15:01 WIB
Pindai Sinar-X Bandara Jadi Kekhawatiran Dunia
propublica.org
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Pindai sinar-x yang ada di bandara memang menguntungkan untuk mengetahui barang bawaan para calon penumpang pesawat. Di balik itu semua, terdapat ancaman yang sangat mengerikan.

Pekan lalu, Uni Eropa mengumumkan melarang penggunaan pindai tubuh sinar-x di seluruh bandara di Eropa. Hal ini dilakukan untuk tidak membahayakan kesehatan dan keamanan warga.

Hasil riset menunjukkan, pindai sinar-x yang menggunakan radiasi tingkat rendah untuk menyaring penumpang pesawat dari bahan peledak yang tersembunyi, ternyata sedikit meningkatkan risiko terkena kanker.

Di sisi lain, menurut Badan Keamanan Transportasi (TSA), pindai yang sama akan terus digunakan di Amerika Serikat (AS). Pasalnya, menurut TSA, pindai ini telah memenuhi standar keamanan.

TSA tak mengeluarkan komentar resminya mengenai keputusan Uni Eropa tersebut. Sebagai gantinya, TSA malah menegaskan kembali kebutuhan untuk menggunakan teknologi keamanan terbaik yang tersedia di bandara AS.

"Sejak Januari 2010, teknologi pencitraan canggih ini berhasil mendeteksi lebih dari 300 benda berbahaya atau ilegal yang dibawa calon penumpang di bandara nasional AS," ungkap juru bicara Mike McCarthy.

Perlu dicatat, beberapa atau sebagian besar deteksi yang berhasil dicapai yakni menggunakan pindai bergelombang milimeter yang digunakan lebih sering daripada pindai sinar-x di bandara AS.

Mesin-mesin pencitraan canggih sebelumnya menggunakan radiasi nonionisasi yang diklaim aman. Jenis energi rendah ini tak menyebabkan mutasi genetik seperti pada radiasi sinar-x yang merusak DNA.

Menurut ProPublica, terdapat sekitar 250 pindai sinar-x saat ini masih digunakan di bandara Amerika bersamaan dengan 264 pindai bergelombang milimeter. Asisten administrator untuk teknologi keamanan TSA Robin Kane menjelaskan, penting sekali memiliki kedua teknologi ini.

Menurutnya, kedua teknologi tersebut bisa digunakan untuk menciptakan persaingan yang menjaga agar harga mesin ini turun dan akhirnya akan mengarah pada teknologi pencitraan yang lebih baik. Menurut keputusan baru dari Uni Eropa ini, sebanyak 27 negara anggota Uni Eropa hanya akan menggunakan pindai bergelombang milimeter saja.

Menanggapi keprihatinan mengenai adopsi teknologi skrining sinar-x, TSA mengeluarkan pendapatnya menyatakan, jumlah radiasi terionisasi yang digunakan dalam pindai sinar-x sangatlah rendah.

Menurut mereka, jumlahnya setara radiasi yang diterima penumpang saat beberapa menit terbang. Hasil studi ilmiah menyimpulkan, dalam sejumlah kecil kasus kanker, antara enam hingga 100 kasus, kanker akan muncul dari ratusan juta penumpang per tahun.

Artinya, untuk tiap tahun, pindai sinar-x yang digunakan, antara enam hingga 100 orang pada akhirnya akan memiliki kanker yang awalnya dinyatakan tak bisa terjadi. Dalam tiga tahun ke depan, TSA berencana memasang pemindai sinar-x atau pemindai gelombang milimeter di hampir tiap pos pemeriksaan keamanan bandara di negara adi daya itu. [mdr]

Komentar

Embed Widget
x