Find and Follow Us

Minggu, 17 November 2019 | 16:44 WIB

Timbang-timbang Aplikasi Android Vs Apple

Oleh : Billy A Banggawan | Kamis, 2 Juni 2011 | 13:03 WIB
Timbang-timbang Aplikasi Android Vs Apple
IST
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Memang tak semua aplikasi Android jelek. Namun, setelah menggunakan perangkat Android beberapa waktu kemudian berganti produk Apple, perbedaan akan terasa.

Aplikasi yang muncul di iOS memang tak tampak gemerlap namun aplikasi di platform tersebut bisa bekerja lebih baik dan lebih mudah digunakan. Bahkan, saat sebuah aplikasi yang tersedia untuk iPhone dan Android, aplikasi pada iPhone akan tampak lebih baik.

Mengapa hal seperti bisa terjadi? Haruskah hal ini menjadi pertimbangan Anda saat akan membeli smartphone atau tablet Android? Berikut analisa penggiat software open-source Jared Spurbeck.

Membuat aplikasi iPhone atau biaya iPad dan menjualnya di App Store mengharuskan Anda membayar US$99 (Rp 848 ribu) per tahun. Saat membuat aplikasi itu, Anda diwajibkan menggunakan bahasa Objective-C yang biasa digunakan membuat aplikasi untuk Mac dan iOS.

Selain itu, tiap aplikasi yang Anda buat akan disaring Apple sebelum akhirnya bisa masuk ke toko. Melihat proses ketat di App Store, tak ayal tak banyak aplikasi muncul di App Store.

Namun, membuat aplikasi untuk Android Market jauh lebih mudah. Di Android Market, Anda hanya cukup membayar US$25 (Rp215 ribu) flat untuk menempatkan aplikasi Anda di Android Market. Jika ingin membuat aplikasi itu menjadi berbayar, Anda cukup menambah US$20 (Rp171 ribu).

Selain itu, Anda cukup menggunakan bahasa Java, bahasa yang diajarkan secara luas di perguruan tinggi dan mudah dipelajari, untuk membuat aplikasi Android. Karena mudahnya membuat aplikasi Android, tak ayal banyak aplikasi amatir di Android Market.

Android Market memang berkembang pesat, dalam hal jumlah aplikasi dan seberapa banyak keuntungan dari penjualan aplikasi. Demikian, pengembang Android hanya bisa mendapat sebagian kecil uang dari iTunes App Store.

Faktanya, metrik terbesar yang membuat Android Market mampu mengalahkan App Store hanyalah jumlah aplikasi gratisnya yang banyak. Terkadang, memang ada pengembang yang bisa mendapat uang lebih banyak dari aplikasi Android dibanding di App Store.

Namun, hal itu tak berlaku untuk kebanyakan orang. Artinya, Android Market bukanlah pemberhentian pertama bagi pengembang yang berdedikasi yang ingin menghasilkan uang.

Pengembang aplikasi IPhone dan iPad pada dasarnya hanya memiliki satu ukuran layar. Alhasil, para pengembang bisa membuat layar iPhone atau iPad layaknya kanvas. Selain itu, para pengembang akan sangat mengetahui tampilan aplikasi yang mereka buat untuk digunakan penggunanya.

Sebaliknya, pengembang Android harus membuat aplikasi untuk banyak perangkat Android yang memiliki ukuran layar beragam karena ukuran layar dan resolusinya berbeda-beda. Banyak ponsel Android memiliki keyboard slider, pengembang juga harus memastikan aplikasi mereka bisa bekerja.

Jika para pengembang tak memperhitungkan aplikasinya di tiap perangkat, pengembang tak akan mendapat untung. Selain itu, pengembang juga bisa mendapat ulasan buruk dari para pengguna yang mendapati aplikasinya tak bisa berjalan.

Meski begitu, Spurbeck mengaku, bukan berarti tak ada aplikasi Android yang menarik di Android Market. Permasalahannya, aplikasi iPhone dan iPad jauh lebih banyak ditemui di App Store. Bagaimana menurut Anda? [mdr]

Komentar

Embed Widget
x