INILAH.COM, Jakarta- Militer AS membeli perangkat lunak yang mampu membuat dan mengendalikan identitas online palsu. Inilah cara AS memanfaatkan media untuk melawan pesan antipemerintah.
Menurut kesepakatan Komando Sentral AS (Centcom) dan perusahaan IT di California, Ntrepid, perangkat lunak itu memungkinkan masing-masing mengguna memiliki 10 identitas. Semacam KTP online, identitas itu berisi latar belakang, sejarah, rincian pendukung, kebudayaan dan data geografis individu yang stabil.
Perangkat lunak itu memungkinkan pengguna seolah berasal dari semua kawasan di dunia dan mampu berinteraksi melalui layanan online konvensional maupun platform media sosial.
Identitas online palsu yang dikenal dengan nama sock puppetstampak seperti manusia nyata yang memasuki diskusi online di blog, papan pesan, ruang diskusi dan lainnya. Dengan data palsu, pengguna dapat mendiskreditkan lawan atau menciptakan konsensus (kesepakatan).
Juru bicara Centcom, Komandan Bill Speaks mengatakan kepada The Guardian bahwa perangkat lunak itu didukung dengan alat klasifikasi aktivitas blog di berbagai situs berbahasa asing. Ini memungkinkan pemerintah melawan ekstrimis pendukung kekerasan dan propaganda melawan AS.
Teknologi itu tidak akan digunakan untuk masyarakat Amerika Serikat ataupun perusahaan yang dimiliki oleh penduduk AS, Facebook dan Twitter, misalnya.
"Kami tidak akan menargetkan khalayak AS dan kami tidak menggunakan itu di situs milik perusahaan AS,” ujar Speaks kepada Washington Times. [mor]